Selasa, 03 Februari 2026

PERAMPOK DAN BOCAH BUTA

 "๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ข๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ"


Penganiayaan yang dilakukan terhadap pria yang merebut kekasihnya itu menjadikan Moore dari seorang mahasiswa di universitas terkenal menjadi seorang narapidana. Dia lalu menjalani hukuman penjara selama 3 tahun di sebuah kota tua di Prancis.


Usai menjalani hukuman dengan status barunya sebagai bekas narapidana, membuat Moore menjadi bahan ejekan dan cemoohan ketika melamar pekerjaan.


Dalam keadaan kalut, pria itu memutuskan menjadi perampok. Dia telah mengincar sebuah rumah di bagian selatan kota. Sebelumnya dia mengamati bahwa rumah sasaran itu, para penghuninya bekerja seharian. Mereka baru pulang ketika malam. Di rumah itu hanya ada seorang anak kecil yang buta.


Moore pun mulai menjalankan aksinya. la pergi ke rumah itu, setelah semua orang pergi bekerja. la mencongkel pintu utama dengan sebuah pisau belati. Ketika berhasil membuka pintu, sebuah suara lembut bertanya, "Siapa itu?" Moore sembarangan menjawab, "Aku adalah teman ayahmu. Dia memberikan kunci rumah kepadaku."


Dengan gembira anak kecil itu tanpa curiga berkata, "Selamat datang, namaku Kay. Ayahku baru akan pulang nanti malam. Paman, apakah engkau mau bermain sebentar denganku?" Anak itu memandang dengan mata yang besar dan terang, tetapi tidak bisa melihat apa pun. Melihat wajah yang penuh harapan dan permintaan yang tulus, Moore lupa kepada tujuan awalnya, la pun menyanggupi permintaan anak itu.


Moore heran, anak yang berumur 8 tahun dan buta itu dapat bermain piano dengan lancar. Padahal anak normal harus melakukan upaya besar untuk bisa sampai ke tingkat seperti anak ini. Selesai bermain piano, ia melukis sebuah lukisan yang dapat dirasakan di dalam dunia anak buta ini, seperti matahari, bunga, ayah-ibu, teman-teman. Dunia anak ini rupanya tidak kosong, walaupun lukisannya kelihatannya sangat canggung. Gambarnya hanya bulat dan persegi, tidak dapat dibedakan. Namun dia melukis dengan sangat serius dan tulus.


"Paman, apakah matahari seperti ini?" Mendengar pertanyaan anak itu, Moore tiba-tiba merasa sangat terharu. Lalu dia melukis beberapa bulatan di telapak tangan anak itu. "Matahari bentuknya bulat dan terang, dan warnanya keemasan."Jawab Moore.


"Warna keemasan? Apa itu?" anak itu mendongakkan wajahnya yang mungil. Moore terdiam sejenak, lalu membawa anak itu ke tempat yang tersinari terik matahari. "Emas adalah sebuah warna yang sangat indah, bisa membuat orang merasa hangat. Sama seperti kita memakan roti yang bisa memberi kita kekuatan," jelasnya.


Anak itu, dengan gembira, meraba ke empat penjuru. "Paman, saya sudah merasakan, sangat hangat. Dia pasti sama dengan warna senyuman paman." Moore pun dengan sabar menjelaskan kepadanya mengenai berbagai warna dan bentuk barang. Dia sengaja menggambarkan secara rinci, sehingga anak yang penuh imajinasi ini mudah mengerti.


Anak buta itu mendengar cerita Moore dengan sangat serius. Walaupun buta, tetapi rasa serius dan pendengaran anak ini lebih tajam dan kuat daripada anak normal. Tanpa terasa, waktu berlalu dengan cepat.


Moore tersentak ingat tujuan semula kerumah ini. Namun Moore tidak mungkin lagi merampok. Dia bertekad tidak akan melakukan kejahatan lagi, hanya karena kecaman dan ejekan dari masyarakat. Pertemuannya dengan Kay membuatnya sadar dan malu. Dia menulis sebuah catatan untuk orang tua Kay,

"๐‘ป๐’–๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐’๐’š๐’๐’๐’š๐’‚ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’•๐’†๐’“๐’‰๐’๐’“๐’Ž๐’‚๐’•, ๐’Ž๐’‚๐’‚๐’‡๐’Œ๐’‚๐’ ๐’”๐’‚๐’š๐’‚ ๐’•๐’†๐’๐’‚๐’‰ ๐’Ž๐’†๐’๐’„๐’๐’๐’ˆ๐’Œ๐’†๐’ ๐’‘๐’Š๐’๐’•๐’– ๐’“๐’–๐’Ž๐’‚๐’‰ ๐’Œ๐’‚๐’๐’Š๐’‚๐’. ๐‘ฒ๐’‚๐’๐’Š๐’‚๐’ ๐’‚๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐’๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐’•๐’–๐’‚ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’‰๐’†๐’ƒ๐’‚๐’•, ๐’…๐’‚๐’‘๐’‚๐’• ๐’Ž๐’†๐’๐’…๐’Š๐’…๐’Š๐’Œ ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’…๐’†๐’Ž๐’Š๐’Œ๐’Š๐’‚๐’ ๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’Œ. ๐‘พ๐’‚๐’๐’‚๐’–๐’‘๐’–๐’ ๐’Ž๐’‚๐’•๐’‚๐’๐’š๐’‚ ๐’ƒ๐’–๐’•๐’‚, ๐’•๐’†๐’•๐’‚๐’‘๐’Š ๐’‰๐’‚๐’•๐’Š๐’๐’š๐’‚ ๐’”๐’‚๐’๐’ˆ๐’‚๐’• ๐’•๐’†๐’“๐’‚๐’๐’ˆ. ๐‘ซ๐’Š๐’‚ ๐’Ž๐’†๐’๐’ˆ๐’‚๐’‹๐’‚๐’“๐’Œ๐’‚๐’ ๐’Œ๐’†๐’‘๐’‚๐’…๐’‚ ๐’”๐’‚๐’š๐’‚ ๐’ƒ๐’‚๐’๐’š๐’‚๐’Œ ๐’‰๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’–๐’Œ๐’‚ ๐’‘๐’Š๐’๐’•๐’– ๐’‰๐’‚๐’•๐’Š ๐’”๐’‚๐’š๐’‚."


Tiga tahun kemudian, Moore menyelesaikan kuliahnya di universitas kedokteran. la pun memulai karirnya sebagai dokter.


Enam tahun kemudian, dia dan rekan-rekannya mengoperasi mata Kay, sehingga Kay bisa melihat keindahan dunia ini. Kemudian Kay menjadi seorang pianis terkenal, yang mengadakan konser ke seluruh dunia. Setiap Kay mengadakan konser, Moore akan berusaha menghadirinya. la memilih tempat duduk di sebuah sudut yang tidak mencolok, sambil mendengarkan musik indah yang menyirami jiwanya.


Ketika Moore mengalami kekecewaan terhadap dunia dan kehidupannya, semangat dan kehangatan Kay kecil yang buta ini memberikan kehangatan dan kepercayaan diri kepadanya. Kay kecil yang tinggal di dunia yang gelap, tidak pernah putus asa dan menyia-nyiakan hidupnya. Dia membuat orang menyadari betapa besar vitalitas dalam hidup ini. Vitalitas dan semangat ini menyentuh ke dasar hati Moore.

Cinta dan harapan akan dapat membuat seseorang kehilangan niat untuk melakukan kejahatan. Secercah harapan mungkin bisa menyembuhkan seorang yang putus asa atau bahkan bisa mengubah nasib kehidupan seseorang atau kehidupan banyak orang. Seperti Moore, yang telah membantu banyak orang.[]


"๐™ณ๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š–๐š‹๐šŽ๐š›๐š’๐š”๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŽ๐š‹๐šŽ๐š›๐šŠ๐š™๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š๐šŠ ๐š™๐šŽ๐š—๐š๐š‘๐šŠ๐š›๐š๐šŠ๐šŠ๐š— ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š๐šž๐š•๐šž๐šœ ๐š”๐šŽ๐š™๐šŠ๐š๐šŠ ๐šœ๐šŽ๐šœ๐šŽ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š”๐šŽ๐šœ๐šŽ๐š™๐š’๐šŠ๐š— ๐šŠ๐š๐šŠ๐šž ๐š™๐šž๐š๐šž๐šœ ๐šŠ๐šœ๐šŠ. ๐™ผ๐šž๐š—๐š๐š”๐š’๐š— ๐™ฐ๐š—๐š๐šŠ ๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š•๐šž๐š™๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŽ๐šœ๐š˜๐š” ๐š”๐šŠ๐š๐šŠ-๐š”๐šŠ๐š๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š’๐š” ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐™ฐ๐š—๐š๐šŠ ๐šž๐šŒ๐šŠ๐š™๐š”๐šŠ๐š— ๐š‘๐šŠ๐š›๐š’ ๐š’๐š—๐š’, ๐š๐šŽ๐š๐šŠ๐š™๐š’ ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŽ๐š—๐šŽ๐š›๐š’๐š–๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ ๐š–๐šž๐š—๐š๐š”๐š’๐š— ๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š‘๐šŠ๐š›๐š๐šŠ๐š’๐š—๐šข๐šŠ ๐šœ๐šŽ๐šž๐š–๐šž๐š› ๐š‘๐š’๐š๐šž๐š™."

(Dale Carnegie)


Dari buku "Kisah-kisah Paling Mengharukan di Dunia 2"




JANGAN TERLALU

 "๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ช-๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ"


Sebagai penemu dan seniman yang hebat, Daedalus, mendapat pengajaran dari Athena, dewi kebijaksanaan dan pelindung seni juga keahlian. Sayang, Icarus  putranya, kemampuannya bertolak belakang dengannya. Anak itu tidak menunjukkan tanda-tanda kecerdasan atau kreativitas. Justru keponakan Daedalus, Talos, yang berusia 12 tahun dan magang kepadanya dalam waktu singkat telah melampaui dirinya dalam hal kelihaian dan keahlian.


Dengki kepada Talos, Daedalus suatu malam mendorong Talos hingga jatuh dari kuil di Athena sehingga tewas.

Karena takut ditangkap sebagai pembunuh anak laki-laki yang terkenal, dia mengambil anaknya, Icarus, dan bersama-sama mereka lari ke Pulau Kreta.


Persembunyian mereka akhirnya diketahui oleh Minos, Raja Pulau Kreta. Karena tidak bisa lari dari pulau itu, Daedalus, si penemu yang kreatif, membuat sepasang sayap bagi dirinya dan juga satu untuk anaknya Icarus yang diambil dari bulu-bulu burung dan direkatkan dengan menggunakan lilin lebah. Setelah memasangkan bulu-bulu sayap anaknya, dia melakukan hal yang sama pada sayapnya, dan sambil membawa anak di tangannya, dia mengingatkan, "Ikuti Ayah, Icarus; jangan jalan sendiri. Jangan terbang terlalu tinggi, nanti matahari akan melumerkan lilinnya, dan jangan pula terbang terlalu rendah, nanti percikan air laut membuat bulu-bulu itu terlalu berat."


Keduanya lalu berlari dari tepi jurang dan melayang ke angkasa, menjauh dari Pulau Kreta. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, Icarus kegirangan karena kebebasan yang baru dia rasakan serta kekuatan sayapnya, dia terbang semakin tinggi dan tinggi menuju matahari.


"Lihat Ayah!, betapa tingginya aku bisa terbang!" Icarus memanggil Ayahnya dengan girang.


Daedalus lalu menoleh ke belakang dan dan apa yang ditakutkan sebelumnya menjadi terjadi. Panas matahari melelehkan lilin di sayap Icarus. Tak kuasa menolong, dia melihat anaknya terempas ke laut dan tewas seketika


"Membonceng kreativitas"

Adalah sebuah istilah yang dapat diartikan sebagai memanfaatkan atau mengambil keuntungan dari ide, karya, atau momentum kreatif orang lain untuk kepentingan pribadi atau tujuan lain, sering kali tanpa memberikan kontribusi orisinal yang signifikan. Tak jarang pembonceng itu melupakan peringatan pemilik ide yang sebenarnya demi keamanan dari hal-hal yang membuat fatal.[]


"๐’๐š๐ญ๐ฎ ๐๐ข ๐š๐ง๐ญ๐š๐ซ๐š ๐›๐ž๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ซ๐š๐ฌ๐š ๐ก๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ญ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฉ๐š๐ฅ๐ข๐ง๐  ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ฎ๐ฌ ๐ฌ๐ž๐›๐ž๐ง๐š๐ซ๐ง๐ฒ๐š ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฆ๐ž๐ง๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ซ๐ค๐š๐ง ๐š๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐ค๐š๐ญ๐š๐ค๐š๐ง ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ข๐ง." 

(Bryant H. McGill)


Dari buku "Tales for Change" Seni Berkisah untuk Pengembangan SDM dan Organisasi



SELEMBAR KERTAS PUTIH

 "๐‘ฒ๐’Š๐’•๐’‚ ๐’‘๐’†๐’“๐’๐’– ๐’ƒ๐’†๐’๐’‚๐’‹๐’‚๐’“ ๐’…๐’‚๐’“๐’Š ๐’Œ๐’†๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’‰๐’‚๐’-๐’Œ๐’†๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’‰๐’‚๐’ ๐’๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐’๐’‚๐’Š๐’. ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’‰๐’‚๐’“๐’–๐’” ๐’‰๐’Š๐’…๐’–๐’‘ ๐’„๐’–๐’Œ๐’–๐’‘ ๐’๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’–๐’‚๐’• ๐’”๐’†๐’Ž๐’–๐’‚๐’๐’š๐’‚ ๐’”๐’†๐’๐’…๐’Š๐’“๐’Š."

(Hyman G.Rickover) 


Ada seekor beruang kecil itu yang suka mencari-cari kesalahan. Dengan mudah, ia mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya.

Yang lebih fatal adalah dia melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada teman atau orangtuanya.


Saat ia terjatuh di kamar mandi, ia berkata 

"Ayah meletakkan ember di sembarang tempat, sehingga aku terpeleset dan jatuh"


Kepada seekor anak yang terkilir kakinya beruang kecil itu berkata: "Itu karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati," 


Suatu saat, anak beruang berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya.

"Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku harus mengusir lebah-lebah itu, agar madunya kuperoleh!"


la pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Merasa terusik, maka lebah-lebah itu menyerang anak beruang sehingga lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu.. dua.. tiga, lebah-lebah sempat menyengatnya. Beruntung, ada sebuah sungai dan beruang kecil itu segera terjun dan menyelam.

Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak beruang yang kesakitan.


"Mengapa Ayah tidak menolongku? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah!" kata beruang kecil kepada ayahnya 


Ayah beruang diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.

"Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?"


"Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya," jawab anak beruang.


Kemudian, ayah beruang mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.


"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?"


"Ada gambar titik hitam di kertas putih itu!" Jawab anak beruang


"Anakku, mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu."


Ayah beruang berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.[]


"๐Š๐ž๐ญ๐ข๐ค๐š ๐ค๐ข๐ญ๐š ๐›๐ž๐ซ๐ก๐ž๐ง๐ญ๐ข ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ก๐š๐ค๐ข๐ฆ๐ข ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ข๐ง ๐๐š๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข ๐ค๐ข๐ญ๐š ๐ฌ๐ž๐ง๐๐ข๐ซ๐ข, ๐ก๐š๐ญ๐ข ๐ค๐ข๐ญ๐š ๐ฆ๐ฎ๐ฅ๐š๐ข ๐ญ๐ž๐ซ๐›๐ฎ๐ค๐š."

(Swami Dhyan Giten) 


Dari buku 

"Inspirasi tanpa Menggurui"


⁽แต‰แตˆโฑหขโฑ โฑโฟหขแต’แตโฟโฑแตƒ⁾



PERAMPOK DAN BOCAH BUTA

 "๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ข๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ...