"๐ฒ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐. ๐จ๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐."
(Hyman G.Rickover)
Ada seekor beruang kecil itu yang suka mencari-cari kesalahan. Dengan mudah, ia mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya.
Yang lebih fatal adalah dia melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada teman atau orangtuanya.
Saat ia terjatuh di kamar mandi, ia berkata
"Ayah meletakkan ember di sembarang tempat, sehingga aku terpeleset dan jatuh"
Kepada seekor anak yang terkilir kakinya beruang kecil itu berkata: "Itu karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati,"
Suatu saat, anak beruang berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya.
"Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku harus mengusir lebah-lebah itu, agar madunya kuperoleh!"
la pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Merasa terusik, maka lebah-lebah itu menyerang anak beruang sehingga lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu.. dua.. tiga, lebah-lebah sempat menyengatnya. Beruntung, ada sebuah sungai dan beruang kecil itu segera terjun dan menyelam.
Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak beruang yang kesakitan.
"Mengapa Ayah tidak menolongku? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah!" kata beruang kecil kepada ayahnya
Ayah beruang diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.
"Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?"
"Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya," jawab anak beruang.
Kemudian, ayah beruang mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.
"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?"
"Ada gambar titik hitam di kertas putih itu!" Jawab anak beruang
"Anakku, mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu."
Ayah beruang berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.[]
"๐๐๐ญ๐ข๐ค๐ ๐ค๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ซ๐ก๐๐ง๐ญ๐ข ๐ฆ๐๐ง๐ ๐ก๐๐ค๐ข๐ฆ๐ข ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง ๐๐๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข ๐ค๐ข๐ญ๐ ๐ฌ๐๐ง๐๐ข๐ซ๐ข, ๐ก๐๐ญ๐ข ๐ค๐ข๐ญ๐ ๐ฆ๐ฎ๐ฅ๐๐ข ๐ญ๐๐ซ๐๐ฎ๐ค๐."
(Swami Dhyan Giten)
Dari buku
"Inspirasi tanpa Menggurui"
⁽แตแตโฑหขโฑ โฑโฟหขแตแตโฟโฑแต⁾

Tidak ada komentar:
Posting Komentar