Rabu, 17 Agustus 2022

𝘾𝙄𝙉𝙏𝘼 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙈𝙀𝙇𝙄𝙉𝙏𝘼𝙎 𝙍𝙐𝘼𝙉𝙂 𝘿𝘼𝙉 𝙒𝘼𝙆𝙏𝙐


 Setelah mengikuti serangkaian pelatihan yang melelahkan akhirnya Farah dinyatakan lulus sebagai Pramugari junior sebuah maskapai penerbangan nasional. Dia lalu mengenal Sheila, seorang Pramugari Senior yang banyak membantunya dengan pengalamannya selama 9 tahun menjadi pramugari.

Adalah Johan, seorang pilot yang sudah bisa menerbangkan pesawat Boeing 737 di maskapai penerbangan yang sama dan mereka mengenalnya dengan baik. Dengan usia yang 25 tahun Johan menikmati dunianya seperti rajawali yang terbang dari pulau ke pulau menikmati tugas dan eksotisnya tanah air.


Dalam sebuah penerbangan yang melelahkan ke wilayah Indonesia Timur, Shella, Farah, dan Johan dipertemukan oleh nasib. Mereka ditakdirkan berjodoh oleh Tuhan. Tiga hari rotasi terbang menumbuhkan saling pengertian yang mendalam antara Johan, Farah, dan Shella. Johan mulai memahami apa yang selama ini terjadi. la mulai sadar bahwa, perlakuan istimewa Shella dan Farah, memiliki maksud dan tujuan tertentu. Johan bingung, ia tak ingin menyakiti salah satu dari kedua wanita istimewa itu. Sebagai sesama wanita, Shella dan Farah pun sangat paham akan perasaan masing-masing kepada Johan. Anehnya, mereka justru dapat membangun sebuah persahabatan yang tulus, berangkat dari rasa empati antara satu dengan lainnya. Bagi Farah, Shella adalah sosok kakak yang selama ini tak dimilikinya. Bagi Shella, Farah adalah seorang adik yang cerdas dan "bandel" yang perlu "diemonginya".


Tak terasa 4 tahun berlalu sudah. Johan, Farah, dan Shella, beranjak semakin dewasa, terutama Shella. Saat-saat manis bersama sudah mulai disongsong oleh datangnya senja kedewasaan. Shella membuat keputusan luar biasa, pada usia pertengahan tigapuluh ia memutuskan untuk menikah dengan seseorang yang baru saja dikenalnya. Seorang pria dengan latar belakang yang nyaris tak diketahuinya. Pria itu datang begitu saja, hadir dalam kehidupannya, dan Shella menjadikan dia sebagai jalan keluar. Shella ingin memberikan yang terbaik bagi Farah dan Johan. Shella ingin mengorbankan hatinya demi cinta. Bukankah cinta yang terindah adalah cinta yang bersifat memberi? Begitu pikirnya.


Ternyata, cerita belum berhenti, Johan dan Farah sepakat bahwa Shella harus mendapat kesempatan. Bukankah memberi jalan bagi sebuah proses cinta adalah bagian dari cinta itu sendiri? Farah merelakan jika Shella lebih berjodoh dengan Johan. Kerelaan Farah nyaris serupa dengan keikhlasan Shella, hanya saja Farah tidak mengorbankan dirinya, ia menyadari bahwa ruang berbagi dalam hatinya masih mencukupi. Farah merasa masih mencintai dirinya sendiri jauh melebihi apapun dalam kehidupannya. Baginya, Johan adalah bunga-bunga kehidupan, sebagaimana mimpi adalah bunga-bunga tidur.


Johan dan Farah menyampaikan keputusan tersebut kepada Shella 3 hari sebelum pernikahannya. Shella meminta waktu mempertimbangkannya. Johan dan Farah, yang ketika itu menjalani tugas terbang dengan rute panjang, berharap cemas sebuah jawaban, sebuah kepastian.


Larut malam sebelum hari pernikahannya, Shella menelepon Farah dan menyatakan kesediaannya untuk dipersunting Johan, serta menggagalkan rencana pernikahannya.

"𝑲𝒖𝒕𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒅𝒖𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒅𝒂𝒓𝒂 𝒆𝒔𝒐𝒌 𝒑𝒂𝒈𝒊 𝒑𝒖𝒌𝒖𝒍 𝟏𝟎, 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒊𝒈𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒋𝒖𝒎𝒑𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂" ungkap Shella dengan suara bergetar.


Namun, takdir berbicara lain, pada 09.47 WIB terjadi kecelakaan pesawat yang merenggut jiwa dua orang air crew, first officer, Johan dan Farah. Shella termangu, perlahan air matanya membulir lalu menetes dalam hunjaman sembilu rasa kehilangan yang menyakitkan, namun, secara ironis, terselip rasa bahagia di dalamnya, luruh bersama derai-derai air mata yang terus memburai.

Mengapa rasa bahagia itu muncul pada saat yang tidak tepat? Di bawah langit kelabu dengan sederet awan, hanya Shella yang tahu betapa Tuhan telah memberinya 30 detik paling berharga dalam hidupnya. Tiga puluh detik ketika ia menyatakan "ya". Tiga puluh detik yang menggagalkannya untuk mengkhianati cinta. Tiga puluh detik yang menyadarkan ia akan arti penting memaknai cinta apa adanya, bukan karena "mengapa", "siapa", dan "aku", "kamu", serta "dia". Itulah saat termanis dalam lembar hidupnya.[]


𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐛𝐚, 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐤𝐮𝐫, 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐥𝐚𝐬.𝐌𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬 𝐛𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢. 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐤𝐞𝐜𝐞𝐰𝐚, 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐡, 𝐝𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐰𝐮𝐣𝐮𝐝𝐤𝐚𝐧. 𝐊𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐢𝐫𝐧𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐮𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧. 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡-𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮, 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐜𝐞𝐰𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐧𝐚𝐬𝐢𝐛 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐫𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐦𝐚. 𝐊𝐢𝐭𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐞𝐛𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐝𝐢𝐦𝐞𝐧𝐬𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚. 𝐊𝐢𝐭𝐚 𝐩𝐮𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬 𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐚𝐧. 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐩𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮, 𝐚𝐩𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐧𝐲𝐚.

𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚? 

𝐊𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐞𝐟𝐢𝐧𝐢𝐬𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐧𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐝𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚. 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐚𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚-𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐭𝐞𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐧𝐣𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐢.


Dari buku

LOVE OVERALL

Mengembara di Dunia Cinta

Minggu, 14 Agustus 2022

BERTANGGUNG JAWAB

"Dibutuhkan tanggung jawab yang besar untuk mencengkeram seseorang dalam genggamanmu"

(Jenny Han)


Saat berkunjung ke Jenewa Swiss untuk bertemu dengan Mikhail Gorbachev tahun 1985, Ronald Reagan tidak menginap di hotel mewah. Presiden Amerika itu memilih untuk tinggal di rumah Sally, seorang teman dekatnya.

Kebetulan Sally dan keluarganya akan berlibur, sehingga Reagan bisa bisa tinggal dirumahnya tanpa terganggu.

Sebelum berangkat berlibur, Sally berpesan, "Anakku memelihara seekor ikan mas dikamarnya. Ia sangat menyayangi ikan itu. Bersediakah kamu memberi ikan mas itu makan tiap pagi?"

"Tentu saja, aku akan melakukannya"

Namun, karena kesibukan yang harus dikerjakan, Reagan lupa untuk melaksanakannya dan ikan mas itu mati.Menyadari hal itu , Reagan memerintahkan pengawalnya untuk mencari pengganti ikan mas yang benar-benar mirip ikan yang mati itu dan menaruhnya kedalam akuarium tersebut.

Reagan tidak pernah meremehkan tanggung jawabnya, meskipun untuk seekor ikan milik seorang anak kecil.[]


Yakinlah, jika kita bisa dipercaya untuk hal kecil,bisa mempertanggung jawabkan segala sesuatunya , maka dikemudian hari kita pasti akan dipercaya untuk melakukan hal-hal yang lebih besar.


Dari buku

THE WISDOM

Selasa, 09 Agustus 2022

TONGKAT PUNYA SIAPA?



Saat hari beranjak malam, seorang pengendara kuda sampai disuatu tempat dihutan. Turun dari kuda dia menemukan tongkat yang kemudian ditancapkan ditanah untuk mengikat tali kudanya sebelum tidur.

Pagi harinya saat akan berangkat meneruskan perjalanannya,pengendara kuda itu akan mencabut tongkat itu, namun dibatalkannya. "Barangkali nanti bisa digunakan pengendara kuda yang lain"

Tak berapa lama kemudian,lewatlah seorang pengelana ditempat itu dan melihat tongkat tertancap itu. Pikirnya dari pada menghalangi jalan lebih baik tongkat itu diletakkan ditanah dan diapun berlalu.

Berikutnya lewat seorang pemancing yg melihat tongkat tergeletak ditanah. "Untung ada tongkat ini bisa kugunakan untuk mengukur kedalaman sungai" .Dengan itu dia bisa mencari tempat yang sesuai untuk memasang pancingnya. Setelah mendapat ikan,kembali tongkat itu diletakkan dipinggir sungai sebelum pulang.

Hari berganti tak ada orang yang melewati tempat itu, hingga datanglah seorang pencari kayu menemukan tongkat itu telah mengering.

Dibawalah tongkat itu pulang, dipotong-potong untuk digunakan sebagai kayu bakar dirumahnya...[]

Sudah saatnya apa yang dimiliki dibagikan kepada orang lain,agar orang lainpun dapat merasakan berkah dari yang kita miliki. Orang yang memberi tidak akan pernah kekurangan dan didalam pemberian ada kebahagiaan dan kebersamaan

Dengan bersyukur atas apa yang kita terima , kita harus rela berkorban demi kehidupan bersama.


Selamat mengestafetkan tongkat Anda...


Dari buku

FULFILLING LIFE

SURI AWASE


Sahabat itu seperti bintang, tidak selalu nampak tapi selalu ada. Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh. Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya.


"Jangan menilai buku dari sampulnya" adalah ucapan yang tidak berlaku untuk sebuah persahabatan. Karena sahabat lahir dari interaksi dalam waktu yang cukup lama, sehingga nyaris tidak ada yang Anda ketahui dari sahabat anda ,pula sebaliknya tidak ada yang tidak diketahui oleh sahabat anda terhadap anda.

Saat baju kita kusam, seringkali sahabat kita mengingatkan apa yang harus dilakukan.Demikian pula saat menghadapi masalah, sahabat akan  memberi tahu apa yang harus dilakukan demi kebaikan. Sahabat selalu menghindari saran-saran yang hanya menguntungkan pihak Anda,tetapi membuat pihak lain menderita. Sahabat seringkali mempunyai pertimbangan lebih luas karena dia memandang masalah Anda dari kejauhan.

"Suri Awase" adalah istilah orang jepang untuk menggesekkan bagian bawah permukaan mangkok agar lebih halus. Mangkok yg buatannya kurang rapi pada bagian bawahnya akan terasa kasar,sehingga kalau digesekkan pada permukaan meja akan tergores, bahkan bisa melukai kulit.

Untuk itu mereka melakukan "Suri Awase" dengan menggesekkan dua permukaan bawah mangkok sehingga menjadi lebih halus.

Sama seperti persahabatan, pergesekan yang timbul dalam pergaulan persahabatan membuat masing-masing menjadi halus.

Saat terjadi pertikaian dengan orang lain, maka sahabat yang baik akan memberikan anda pertimbangan, seberapa parah kerugian yang akan anda derita bila pertikaian itu diteruskan. Maka, tidak ada gunanya Anda mengaku sahabat bila Anda tak melakukan hal tersebut. Tidak ada gunanya Anda mengaku sahabat bila justru memicu pertikaian

Katanya sahabat....


Dari buku

LITTLE NOTES FOR BIG SUCCESS

KOPI KEHIDUPAN


Setelah lama sekali tidak bertemu, beberapa lulusan sebuah sekolah bertemu di rumah seorang gurunya. Mereka saling berbagi cerita tentang rumah tangga, pekerjaan, karir, jabatan. Tentu saja diantara mereka ada yang mengeluhkan tentang hal yang dialaminya. Mendengar semua keluhan itu, Guru mereka lalu pergi ke dapur dan tak lama kemudian kembali ikut berkumpul dengan membawa satu teko kopi berikut beberapa cangkir. Karena yang berkumpul cukup banyak, maka cangkir yang tersedia tidak cukup. Sehingga kopi itu disajikan dalam cangkir yang bermacam-macam: kaca, melamin, plastik, kertas.

"Silakan ambil cangkir dan tuangkan kopinya" Guru itu menyilakan murid-muridnya. Setelah masing-masing mendapatkan cangkir yang berisi kopi, guru itu lalu berkata: "Kalian sudah memilih cangkir yang bagus, dan kini tinggal cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih yang terbaik adalah hal yang biasa. Namun, sebenarnya disitulah letak permasalahannya. Saat kalian tidak mendapat cangkir yang bagus, ada yang terasa tidak nyaman dan menganggu. Kalian mulai melihat cangkir yang dipegang orang lain dan membandingkannya dengan cangkir yang kalian pegang. Pikiran kalian hanya terfokus pada sebuah cangkir, padahal yang kalian nikmati adalah kopi, bukan cangkirnya"

Kehidupan bisa diibaratkan dengan kopi. Sedangkan cangkir adalah yang mewadahi kehidupan: karir, rumah-tangga, jabatan, pekerjaan. 

Jangan biarkan cangkir yang hanya wadah itu mempengaruhi harumnya kopi yang kita nikmati. Cangkir keramik bisa saja diisi dengan kopi, tapi belum tentu bisa dinikmati harumnya kopi yang ada didalamnya.

Adalah lebih penting menikmati anugerah yang ada dan mengisi hari-hari dengan hal-hal yang benar dan positif.


Dari buku

Inspirasi 5 Menit

 AIR SISA PERASAN JERUK


"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya"

Pada suatu pertunjukan disebuah pasar malam itu,tampil seorang pria kuat yang mampu membengkokkan baja dengan tangan kosong, memukul hancur tumpukan batu bata dan mengalahkan semua pria yang hadir itu dalam lomba panco.Untuk mengakhiri pertunjukannya,dia mengambil sebuah jeruk dan memeras dengan genggamannya sampai pada tetesan terakhir.Kemudian dia memberikan tantangan kepada yang hadir "Siapa yang dapat memeras jeruk hingga keluar setetes dari jeruk itu ,akan diberikan hadiah uang satu juta".

Segera beberapa orang mencoba tantangan itu.Seorang berbadan kekar tampil keatas panggung dan beraksi.Dengan tangannya yang kekar dia mencoba memeras jeruk tadi,namun tak ada air yang menetes setitik pun.Demikian juga yang dilakukan peserta yang lain, tidak ada yang berhasil.

Akhirnya, dia berkata,"Baiklah,saya berikan kesempatan terakhir bagi yang mau mencoba".

Seorang wanita kurus setengah baya maju dan meminta untuk mencoba.

"Tentu boleh saja Nyonya,silakan naik ke panggung". Manusia perkasa itu membimbing wanita itu keatas panggung.Beberapa orang penonton tertawa sambil mengejek.

Wanita itu lalu mengambil jeruk itu dan mulai menggenggamnya.Semakin banyak yang mentertawakan.Lalu wanita itu mencoba berkonsentrasi untuk memeras dan memeras,dan.....ting!,setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh.Para penonton diam terperangah sebelum akhirnya memberikan tepuk tangan yang meriah.

Manusia kuat tadi lalu memeluk wanita kurus sambil berkata ,"Nyonya,aku sudah melakukan pertunjukan ini berulang kali, semuanya gagal.Hanya kaulah satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.Bolehkah aku tahu, bagaimana kau melakukannya?".

Jawab wanita itu ,"jika suamimu sedang sakit keras dan tak bisa mencari nafkah, sedangkan kau memiliki delapan orang anak yang harus kau beri makan setiap hari, lalu kau harus mencari uang meski serupiah dua rupiah,maka memeras jeruk untuk mendapatkan satu juta rupiah bukanlah hal yang sulit".

Demikianlah, apabila kita memiliki sebuah keinginan yang mantap dan motivasi yang kuat untuk mencapai sesuatu,maka hal itu akan mengarahkan pada apa yang kita inginkan.Motivasi itu harus muncul dari dalam diri kita dan disertai dengan semua potensi untuk menggapai sukses dengan melakukan tindakan nyata yang bertujuan menjadikan setiap niat menjadi kenyataan...



Dari buku

BELAJAR DENGAN HATI NURANI

Senin, 08 Agustus 2022

FILOSOFI KOPI



Seorang ayah berkata kepada anaknya

"Tolong buatkan kopi dua cangkir untuk kita berdua, tetapi gulanya jangan kau tuang dahulu, bawa saja  kemari dengan toplesnya".

"Baik, Yah," ujar sang anak dengan santun.

Tidak berapa lama kemudian, anaknya sudah membawa dua cangkir kopi yang masih hangat, gula di dalam toples, dan sendok kecil.

"Coba cicip, bagaimana rasa kopimu, Nak?" tanya ayahnya 

"Pahit sekali, Yah"

Ayahnya kembali memberikan perintah dengan lembut,

"Tuangkan sesendok gula lalu aduklah dan cicipi. Bagaimana rasanya kini?"

"Nah, sekarang rasapa hitnya berkurang" jawab anaknya 

Ayah tersebut berkata kembali, "Tuangkan sesendok lagi gula, aduk dan cicipi"

Anak itu pun menjawab, "Sudah berkurang banyak rasa pahitnya, Yah".

Kembali ayahnya berkata, "Tuangkan sesendok gula lagi dan aduk. Kini bagaimana rasanya?"

"Sudah ada rasa manisnya, meski ada sedikit rasa pahitnya, Yah", ucap sang anak. 

"Kalau begitu, tuangkan lagi sesendok gula, aduk dan cicipi. Bagaimana rasanya kini?" tanya ayahnya.

Anaknya menjawab , "Manis sekali, Yah"

Kembali ayahnya mengeluarkan perintah yang sama seperti perintah sebelumnya,

"Tuangkan sesendok gula lagi lalu aduklah. Bagaimana rasanya kini?"

Sang anak menjawab dengan cepat, "Terlalu manis, malah tidak enak ,Yah"

"Tuangkan sesendok gula lagi dan aduk. Kini bagaimana rasanya?" kembali ayahnya berkata .

"Rasa kopi ini menjadi tidak enak. Lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gula yang sama-sama terasa, Yah" ujar anaknya seraya menutup mulut.


Ayah tersebut berhenti memberikan perintah. la mulai menjelaskan dengan tutur kata yang lembut, "Ketahuilah,Nak pelajaran yang bisa diambil dari contoh ini adalah jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup, rasa manis gula ibarat kekayaan harta" 

Ayah itu bertanya,

"Menurutmj, kenikmatan hidup seperti apa yang sebaiknya, Nak?"

Sang anak termenung sejenak lalu menjawab,

"Ya,Yah, sekarang saya mulai mengerti. Kenikmatan hidup dapat kita rasakan jika dapat merasakan seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, Yah"

Ayahnya lalu tersenyum lebar sambil berkata, "Nah, sekarang campurkan kopi yang sudah kamu beri gula tadi dengan kopi yang belum kamu beri gula. Kemudian aduklah dan tuangkan kedalam cangkir ini. Mari kita sama-sama menikmati secangkir kopi ini"

 Sang anak mengerjakan perintah ayahnya. Setelah itu, kembali ayahnya bertanya,

"Bagaimana rasanya?"

Anaknya menjawab mantap, "Terasa nikmat"

Ayahnya lalu memberikan pesan penutup dengan kalimat yang indah, "Begitu pula, jika kamu memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat saat engkau mau berbagi dengan orang-orang  yang memerlukan".[]


"Lihatlah pada orang yang lebih rendah daripada kamu, dan janganlah melihat pada orang yang lebih tinggi daripada kamu, karena yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah"

(HR al-Bukhari dan Muslim)


Dari Buku

"Dari Kuntum Menjadi Bunga" Jilid 2

Seri Kumpulan Kisah Inspirasi

PERAMPOK DAN BOCAH BUTA

 "𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴 𝘢𝘴𝘢, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘤𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘬...