Rabu, 18 Mei 2022

HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN



"𝕶𝖊𝖍𝖎𝖉𝖚𝖕𝖆𝖓 𝖆𝖉𝖆𝖑𝖆𝖍 𝖘𝖊𝖗𝖆𝖓𝖌𝖐𝖆𝖎𝖆𝖓 𝖕𝖊𝖒𝖇𝖊𝖑𝖆𝖏𝖆𝖗𝖆𝖓, 𝖐𝖎𝖙𝖆 𝖍𝖆𝖗𝖚𝖘 𝖒𝖊𝖑𝖊𝖜𝖆𝖙𝖎𝖓𝖞𝖆 𝖚𝖓𝖙𝖚𝖐 𝖇𝖎𝖘𝖆 𝖒𝖊𝖒𝖆𝖍𝖆𝖒𝖎𝖓𝖞𝖆"
(Hellen Keller)

Seorang pemuda mendatangi Guru Zen Fanchen
"Guru, saya ingin menjadi orang yang berbahagia dan disukai banyak orang. Menurut Guru, apa yang harus saya lakukan?"
Guru Zen tersenyum mendengar pertanyaan yang cukup unik itu. "Diusiamu yang masih belia, kamu sudah memiliki keinginan luhur. Kamu memang luar biasa, dan saya hanya dapat memberi hadiah empat kalimat untukmu", kata guru setengah memuji.

"Kalimat pertama adalah  𝑴𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏. Apakah kamu bisa menjelaskan artinya?"
"Maksud Guru, 𝒃𝒊𝒍𝒂 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒄𝒆𝒘𝒂, 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒈𝒊𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓-𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒈𝒊𝒂. 𝑫𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒂𝒏, 𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒄𝒆𝒘𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒖𝒓𝒂𝒏𝒈. 𝑳𝒂𝒍𝒖 𝒃𝒊𝒍𝒂 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈, 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏. 𝑫𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒂𝒏, 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉𝒂𝒏 kata sang murid panjang lebar.

Guru Zen mengangguk membenarkan jawaban pemuda itu. Lalu melanjutkan dengan kalimat kedua 
"𝑨𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑𝒍𝒂𝒉 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊"
"𝑨𝒓𝒕𝒊𝒏𝒚𝒂, 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒂𝒎𝒑𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕𝒊 𝒕𝒆𝒓𝒉𝒂𝒅𝒂𝒑 𝒌𝒆𝒂𝒅𝒂𝒂𝒏 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏. 𝑫𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒉𝒂𝒎𝒊 𝒌𝒆𝒃𝒖𝒕𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒕𝒖 𝒂𝒈𝒂𝒓 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒃𝒂𝒊𝒌" jawabnya.

Guru Zen sangat senang dengan jawaban tersebut. Kemudian melanjutkan dengan kalimat ketiga "𝑨𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑𝒍𝒂𝒉 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏"
Pemuda itu menjawab "𝑰𝒕𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒓𝒕𝒊 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒂𝒎𝒑𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏, 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒉𝒐𝒓𝒎𝒂𝒕𝒊 𝒉𝒂𝒌 𝒑𝒓𝒊𝒃𝒂𝒅𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊-𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒄𝒂𝒚𝒂 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏"

"Luar biasa!" kata Guru Zen "pemahamanmu sungguh bagus". Perhatikan sekarang kalimat keempat yang akan saya berikan  "Mungkin kalimat ini agak sulit. Renungkan dulu sebelum menjawab "𝑨𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒎𝒖" kata Guru Zen.
Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya pemuda itu berkata "Kali ini saya benar-benar tidak dapat mengartikan kalimat tersebut, Guru. Tiga kalimat sebelumnya saling bertolak belakang, tapi kali ini berbeda. Apa yang saya bisa temukan dari kalimat ini? tanya sang pemuda.
Kemudian Guru Zen menjawab "Sebenarnya jawabannya sangat mudah, yaitu 𝑴𝒆𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒊𝒌-𝒃𝒂𝒊𝒌𝒏𝒚𝒂. Pemuda itu tercenung, namun akhirnya dapat mengerti maknanya. 

Pesan:
𝙺𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚑𝚊𝚐𝚒𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚗𝚝𝚎𝚛𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚝𝚎𝚛𝚒 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚔𝚎𝚔𝚞𝚊𝚜𝚊𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙, 𝚒𝚕𝚖𝚞 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛. 𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔𝚒𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚑𝚊𝚐𝚒𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚒𝚛𝚒𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚘𝚕𝚎𝚑
.[]

Dari buku
"Unleash Your Inner Power With Zen" 
50 Kisah Zen untuk Memaksimalkan Potensi Diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUASA DAN DETOKSIFIKASI

"𝘛𝘦𝘳𝘬𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘮𝘦𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬...