Senin, 23 Oktober 2023

SULIT MELAKUKAN

"𝑲𝒆𝒃𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒍𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒑𝒆𝒕𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒎𝒖𝒏𝒄𝒖𝒍 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒌𝒆𝒍𝒐𝒎𝒑𝒐𝒌. 𝑺𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝒑𝒓𝒊𝒏𝒔𝒊𝒑 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒉𝒂𝒕𝒊."


Di China, hiduplah seorang biksu yang unik. Untuk bermeditasi, biksu itu memanjat pohon dan duduk diatasnya. Meskipun diterpa angin kencang dan hujan, biksu itu tetap duduk dengan nyaman diatas pohon. Karena keunikannya ini, orang-orang memanggilnya dengan sebutan "Sarang Burung".

Banyak orang yang lewat dibawah pohon berhenti untuk bertanya atau minta nasihat kepada sarang burung sehingga ia menjadi terkenal dengan kebijaksanaannya, bahkan sampai keluar provinsi.

Hal tersebut kemudian didengar oleh gubernur provinsi tetangga.

Setelah beberapa hari, sang gubernur menemukan pohon Sarang Burung di dalam hutan belantara. Sang biksu duduk dengan tenang di cabang tertinggi, menikmati kehangatan dan indahnya nyanyian burung.

Sang gubernur mendongak dan berteriak, "Sarang Burung! Saya adalah gubernur provinsi sebelah, dan saya datang jauh-jauh untuk berbicara padamu! Saya memiliki pertanyaan penting!" Sang gubernur menunggu jawaban, tetapi yang ia peroleh hanya suara daun bergesekan dalam hembusan angin. Sang gubernur melanjutkan, "Ini pertanyaan saya: katakan, Sarang Burung, apa hal yang terpenting yang diajarkan oleh para bijak? Dapatkah Anda mengatakan hal terpenting yang pernah dikatakan Sang Buddha?" Kemudian ada keheningan yang cukup lama - hanya suara dedaunan lagi.

Akhirnya, Sarang Burung berteriak dari atas. "Ini jawaban untuk Anda, Gubernur: Jangan melakukan hal buruk. Selalu lakukan hal-hal yang baik. Itulah inti pengajaran Sang Buddha." Akan tetapi, sang gubernur merasa jawaban ini terlalu sederhana untuk sebuah perjalanan jauh. Kesal dan gemas, ia menghentakkan kakinya. "Jangan melakukan hal buruk; selalu lakukan hal baik! Saya juga tahu hal itu sejak usia saya tiga tahun, biksu!"

Menatap sang gubernur, Sarang Burung menjawab dengan senyum tipis, "Ya. Anak tiga tahun juga tahu, tetapi yang berumur delapan puluh tahun masih juga kesulitan melakukannya."[]


"𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐡𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠. 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐢𝐤. 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐢𝐤. 𝐃𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐠𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐢𝐤."

(Henry James)


Dari buku

"I CAN DO IT" Cara Mengubah Kebiasaan Berpikir yang Merusak



BAMBU DAN BUNGA

"𝐒𝐚𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐡𝐚𝐥 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐢𝐧𝐢, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐦𝐚.

(Arthur Rubinstein)


Pada sebuah taman, terdapat pohon bunga yang tumbuh tak jauhl dari pohon bambu. 

Orang-orang yang datang ke taman itu sering menghampiri pohon bunga untuk mengagumi keindahannya. Sedangkan terhadap pohon bambu orang hanya selintas melihat sambil lalu.

Hal ini tentu membuat pohon bambu iri kepada pohon bunga.

"Hai Bunga," kata bambu pada suatu hari. "Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, berwarna cerah, dan menjadi bagian indah dalam kehidupan manusia," lanjut bambu dengan nada sedih. 

Bunga yang mendengar hal itu tersenyum dan berkata, "Terima kasih bambu. Tapi, tahukah kamu bahwa sejujurnya aku sebenarnya iri kepadamu." 

"Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?" bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat bunga itu iri dengannya. Tidak ada satu pun bagian dari bambu yang lebih indah dari bunga itu.

"Tentu saja aku iri denganmu. Batangmu yang sangat kuat membuat bertahan,tidak goyah sedikit pun, pada saat datang badai. Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan terlepas dan bunga-bunga berguguran, hidup kami sangat singkat. Teramat singkat," jawab bunga itu. Mendengar perkataan bunga yang begitu emosional, bambu baru menyadari bahwa dia punya sesuatu yang selama ini tidak disadarinya. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata bunga-bunga di taman itu.

"Tapi, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik dan selalu menjadi idola bagi manusia," sanggah bambu.

Bunga kembali tersenyum dan berkata, "Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan rumah dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu."

Bambu kembali bingung ungkapnya, "Aku tidak mengerti."

"Ah, bambu ..., " ujar bunga sambil menggeleng. "Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu mengalirkan kehidupan bagi banyak tanaman," lanjut sang bunga. "Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukannya malah iri padaku."

Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini hidupnya bermanfaat untuk tanaman lain.

Orang yang sibuk mencari kelebihan dirinya di luar dirinya tentu tidak akan pernah akan menemukannya.

Sejatinya setiap kita dilahirkan berdaya guna, mempunyai kemampuan dan tujuan, yakni kebaikan. Mari kita menjadi sebaik-baiknya manusia yang lebih sering untuk menengok ke dalam diri sendiri serta bersyukur akan apa yang ada, bukan mencari di luar diri dan kemudian mencederai diri sendiri dengan kurangnya rasa syukur. Syukurilah diri dan keadaan kita karena dari sinilah kesuksesan itu sendiri bermuara.[]

"𝑲𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌𝒍𝒂𝒉 𝒃𝒆𝒓𝒎𝒂𝒌𝒏𝒂 𝒋𝒊𝒌𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒐𝒏𝒕𝒓𝒊𝒃𝒖𝒔𝒊 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏𝒏𝒚𝒂."

(Jackie Robinson)


Dari buku

'I BELIEVE I CAN FLY" 50 Kisah Inspirasional yang Membuat Kesuksesan Berlari Menuju Anda



Kamis, 21 September 2023

PERLUNYA PENJELASAN


"𝐒𝐚𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩. 𝐀𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢, 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧."

(Mark Twain)


Tidak lama setelah guru masuk kelas, beberapa siswa mengatakan bahwa ujiannya diundur minggu depan saja, jangan dua hari lagi.


"Saya akan merubah jadwal ujian sesuai permintaan, jika kalian bisa mengikuti kuis empat instruksi yang saya berikan. Akan tetapi, jika ada dari kalian yang tidak dapat mengikutinya meskipun hanya satu, maka kalian dinyatakan gagal. Bagaimana?"

Anak-anak saling berpandangan dengan perasaan bingung, tetapi akhirnya mereka bersedia dan segera mengambil alat tulis dan selembar kertas 


"Tidak perlu," kembali guru itu berkata. "Ini bukan kuis tertulis, dan juga bukan tes lisan. Kalian hanya memerlukan jari tangan kalian." Anak-anak bertambah penasaran.


"Saya ingin kalian meletakkan tangan kanan mendatar di atas meja. Sekarang, tekuk jari tengah kalian ke dalam agar menyentuh telapak tangan".

Seketika itu mereka mampu melakukannya.


"Nah, sekarang perhatikan pernyataan berikut"

Guru itu melanjutkan, "Persamaan kuadrat mempunyai pangkat tertinggi variabel 2. Jika kalian berpikir bahwa pernyataan ini benar, angkat jempol kanan.

Anak-anak dengan bangga mengangkat jempol mereka dan jari lainnya tidak terangkat sedikitpun. 

"Bagus!" kata guru itu. "Turunkan kembali jempolnya"


"Perkalian dua bilangan bulat negatif menghasilkan bilangan bulat positif" Pernyataan kedua kembali dilontarkan

"Jika pernyataan itu benar, angkat kelingking kalian." Dengan perlahan tapi pasti, mereka mengangkat kelingking. Setelah mengangkatnya, mereka menurunkan kembali kelingking di atas meja.


"Pernyataan ketiga. Mencari akar-akar persamaan kuadrat artinya mengganti variabel dengan bilangan yang sesuai. Jika pernyataan itu benar angkat telunjuk kalian." Anak-anak tidak percaya bahwa mereka begitu beruntung. Pernyataan itu begitu mudah! Setiap anak mengangkat telunjuk mereka dan mengembalikannya lagi kemeja.

"Pertanyaan terakhir... Ini adalah keberuntungan. Jika kalian melakukannya dengan benar, ujian jadi diundur minggu depan. "Salah satu penyelesaian persamaan kuadrat adalah dengan pemfaktoran. Jika pernyataan itu benar, angkat jari manis kalian."

Sebuah pernyataan yang mudah. Tapi....saat anak-anak akan mengangkat jari manisnya yang terjadi adalah hal tersebut tidak bisa dilakukan! Semakin keras mereka mencoba, hasilnya adalah sia-sia.

"Baiklah" kata guru selanjutnya, "soal terakhir tadi menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang diperlukan untuk menyiapkan ujian, tidak akan ada hasilnya kalau tidak belajar dengan keras. Ingat, bukan belajar untuk ujian, tetapi ujian untuk belajar" demikian guru menutup penjelasannya.


Orang-orang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawab kata "mengapa" sebagai cara menunda tindakan. Mereka percaya bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah pekerjaan yang produktif. Kenyataannya, mereka takut dan tidak ingin mengakuinya. Oleh sebab itu jangan sampai jatuh ke dalam jebakan tersebut. Perjelaslah apa yang Anda inginkan dan lakukan tanpa menunda.[]


Dari buku

"HOW TO PERSUADE PEOPLE"

Selasa, 19 September 2023

MENCOBA DAN MENCOBA

"𝑱𝒊𝒌𝒂 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂𝒊 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒉 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒅𝒊𝒍𝒆𝒎𝒑𝒂𝒓 𝒌𝒆 𝒑𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏, 𝒎𝒂𝒌𝒂 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒂𝒑𝒂𝒊 𝒔𝒂𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍. 𝑻𝒂𝒑𝒊 𝒋𝒊𝒌𝒂 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂𝒊 𝒔𝒆𝒓𝒂𝒕𝒖𝒔 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒉 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒅𝒊𝒍𝒆𝒎𝒑𝒂𝒓 𝒌𝒆 𝒑𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏, 𝒎𝒆𝒔𝒌𝒊 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒂𝒏𝒅𝒂𝒊 𝒎𝒆𝒍𝒆𝒎𝒑𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒅𝒊𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌, 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒉 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒏𝒂𝒊 𝒔𝒂𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏"

(Brian Tracy dalam buku 'The Psychology of Selling)

Awalnya perusahaan ini  mengambil nama 3 UP sebagai mereka minuman sodanya. Namun sayang, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri perusahaan kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya menjadi 4 UP. Malangnya, produk ini masih bernasib seperti sebelumnya. Selanjutnya ia mencoba bangkit kembali dan mengganti nama produknya menjadi 5 UP. Hasilnya gagal lagi. Kecintaannya pada minuman bersoda ini membuatnya tidak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6 UP. Produk ini pun gagal dan dia menyerah.

Beberapa tahun kemudian orang lain muncul dan membuat minuman bersoda dengan nama 7 UP dan ternyata sukses besar menjadi minuman yang cukup populer di dunia...[]

"𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢 '𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬' 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘳𝘢𝘵𝘶𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩"

(John Mautner)


Dari buku

IF YOU BELIEVE YOU CAN ACHIEVE



HUKUM (MASIH) BERPIHAK

Bersama dengan teman-temannya, Pangeran itu membuat keributan.Salah seorang kawannya kemudian ditangkap dan disidangkan perkaranya dan berlanjut dengan vonis penjara.Melihat itu sang pangeran kesal."Dimana saya sembunyikan muka saya dihadapan teman-teman?" katanya.

Tapi sang Hakim tetap dengan keputusannya.Sang pangeran makin marah sampai akhirnya memukul wajah sang hakim.

Sang Hakim segera memerintahkan untuk menangkap dan memenjarakannya."Saya tidak marah karena engkau memukulku,tapi saya tidak bisa menerima hukum dipermainkan".Berita pemenjaraan Pangeran tersebar luas,namun Raja tidak ambil peduli dg hal itu

Waktu berlalu...

Setelah dewasa,Sang Pangeran dinobatkan menjadi raja .

Saat penobatannya , semua pejabat tinggi, termasuk sang hakim yg pernah memukulnya diundang untuk memberikan selamat.

Saat antriannya untuk memberikan ucapan selamat semakin mendekati raja,Hakim itu cemas apa yg akan terjadi.

Dan....sang Raja segera memeluknya seraya berkata "Selagi di kerajaan Inggris Raya masih ada orang seperti Bapak,maka hukum akan tegak dan kerajaan akan Jaya" kata Raja Henry lV.[]

"𝘿𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙤𝙧𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙖𝙛𝙨𝙪 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙙𝙞𝙝𝙤𝙧𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙜𝙚𝙣𝙜𝙨𝙞。𝘽𝙞𝙡𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙞 ❟𝙥𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙗𝙖𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙖𝙛"

Dari buku

A BOOK OF WISDOM




KISAH BOCAH PENJUAL PENSIL

"𝐁𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐚𝐩𝐚𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐮𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐜𝐚𝐩𝐚𝐢 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮"

Di sebuah stasiun yang terpencil, hidup seorang bocah kurus yang menjual pensil sambil sesekali mengemis.

Suatu ketika, lewat seorang pengusaha didekat bocah itu dan memasukkan satu dollar ke saku bajunya. Pria itu lalu berjalan menuju kereta yang hendak ditumpanginya. Tapi, saat kereta menjelang berangkat, tiba-tiba ia kembali turun dan menghampiri bocah penjual pensil tadi.

Setibanya didepan bocah itu, ia berkata ingin membeli pensilnya beberapa batang, karena lupa membeli pena seperti yang biasa dilakukan. Ketika menyerahkan uang kepada bocah itu, pria itu berkata "Sebenarnya kau juga seorang pengusaha seperti aku, karena kau memiliki barang yang kau jual dengan harga yang pantas". Pria itu kemudian berlalu untuk segera naik kereta.

Beberapa tahun kemudian, disebuah pesta yang meriah, tiba-tiba seorang pria berpakaian rapih dan terlihat mahal menghampiri pengusaha yang dulu membeli pensil dari seorang bocah di stasiun. Pria itu berkata "Anda pasti tidak ingat siapa saya. Sayapun tidak mengetahui nama Anda. Tapi seumur hidup saya tidak pernah melupakan wajah Anda"

Pria pengusaha hanya diam menunggu pria muda itu melanjutkan kata-katanya

"Anda adalah orang yang telah mengembalikan harga diri saya sebagai manusia" ujar pria muda itu. "Dulu saya adalah seorang penjual pensil dan kadang mengemis. Tapi kemudian Anda muncul dalam hidup saya dan mengatakan bahwa sebenarnya saya adalah seorang pengusaha seperti Anda. Dan inilah saya yang sekarang"[]

"𝑱𝒊𝒌𝒂 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂𝒊 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒅𝒖𝒍𝒊 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒆𝒎𝒂𝒎𝒑𝒖𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒊, 𝒎𝒂𝒌𝒂 𝒑𝒆𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊𝒂𝒏 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒅𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒐𝒔𝒐𝒌 "𝑺𝒊 𝑷𝒆𝒏𝒈𝒖𝒔𝒂𝒉𝒂" 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈, 𝒃𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒅𝒊𝒓"


 Dari buku

JANGAN MENYERAH



KEKUATAN VISUALISASI SUKSES

"𝚂𝚊𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚖𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚒𝚗 𝚙𝚞𝚗𝚌𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚊𝚖𝚙𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚝𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚕 𝚟𝚒𝚜𝚞𝚊𝚕𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒. 𝙼𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚕𝚊𝚖𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚒𝚜𝚝𝚒𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒."

(Charles A Garfield)


Visualisasi sukses adalah cara yang paling efektif untuk mencapai kenyataan sukses. Visualisasi sukses adalah membayangkan dalam benak dan menggambarkan dalam pikiran tentang apa yang ingin diwujudkan. Inilah yang nantinya akan mengarahkan segala usaha untuk menjadi sebuah kenyataan yang sesungguhnya. Apa yang kita visualisasikan akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada diri kita untuk mewujudkannya. Mungkin kita tidak sadar bahwa pada saat kita sedang memvisualisasikan sesuatu, maka sesungguhnya kita sedang membangun sebuah pencitraan tersendiri di dalam otak kita.


Rebecca Owen adalah seorang juara balet olimpiade dari Inggris. Dia mulai berlatih senam sejak berusia tujuh tahun. Dia sangat berambisi memenangkan medali Olimpiade. Tetapi untuk terpilih dalam tim Olimpiade, Rebecca harus mempelajari suatu gerakan baru yang sangat sulit yang disebut "Ginga Salto", yaitu terbang lepas dari bar (palang) atas kemudian melakukan jungkir balik dengan separuh putaran sebelum menangkap bar kembali.


Dengan dibantu sang pelatih, Colin, Rebecca mempelajari gerakan "Ginga Salto". Pelatihnya mengangkat tubuh Rebecca kemudian secara fisik membentuk gerakan "Ginga Salto" sehingga otak mulai mengenal gerakan tersebut. Rebecca mengatakan, pada waktu pertama kali mencoba melakukan gerakan "Ginga Salto"dia harus berkonsentrasi penuh.  Tapi rupanya gerakan itu tidak semudah yang dia bayangkan. Berkali-kali dia melakukannya, tetapi tetap gagal. Lantas, Rebecca mulai menggunakan cara yang berbeda, berupa pendekatan yang lebih radikal, yaitu menggunakan pendekatan visualisasi. Di mana Rebecca tidak lagi melakukan latihan fisik tetapi dia membayangkan secara mental dengan rinciannya dari setiap gerakan "Ginga Salto" secara berulang-ulang, seolah-olah dia telah berhasil menguasai gerakan tersebut.

Ternyata para ilmuwan menemukan, ada wilayah di otak yang menjadi aktif ketika membayangkan gerakan tubuh. Ketika Rebecca mengulang gerakan tersebut berkali-kali dalam pikirannya, bahwa seolah-olah dia telah berhasil melakukan dan menguasai gerakan "Ginga Salto" tersebut, akibatnya terciptalah suatu rangkaian jalan di sel-sel otaknya berupa jaringan saraf gerakan "Ginga Salto".

Ketika Rebecca melakukan gerakan "Ginga Salto" yang sesungguhnya, akhirnya dia berhasil melakukan gerakan tersebut. Semakin sering dia melakukan gerakan tersebut, jaringan sarafnya semakin bertambah tebal, sehingga gerakannya menjadi semakin terotomatisasi karena telah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya, sehingga dia tidak perlu lagi bersusah payah memikirkan gerakan tersebut.[]


"𝑽𝒊𝒔𝒖𝒂𝒍𝒊𝒔𝒂𝒔𝒊 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒓𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒔𝒆𝒄𝒂𝒓𝒂 𝒂𝒍𝒂𝒎𝒊𝒂𝒉 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒂𝒍𝒊𝒔𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒎𝒑𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒔𝒆𝒃𝒖𝒕. 𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒑𝒊𝒌𝒊𝒓𝒌𝒂𝒏 (𝒚𝒐𝒖 𝒂𝒓𝒆 𝒘𝒉𝒂𝒕 𝒚𝒐𝒖 𝒕𝒉𝒊𝒏𝒌)"


Dari buku

"BELAJAR DENGAN HATI NURANI"

Keterangan foto: Rebecca Owen dalam sebuah aksi



PERAMPOK DAN BOCAH BUTA

 "𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴 𝘢𝘴𝘢, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘤𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘬...