Jumat, 04 Maret 2022

MENTERI DAN GAJAH


Seorang raja dibuat gundah atas kelakuan para menterinya. Setiap bersidang, hampir tidak pernah ditemukan kata mufakat. Rupanya para menteri itu mengikuti tradisi politik kuno. Masing-masing menyatakan pendapatnya paling benar, sementara yang lain salah. Namun demikian, saat raja mengadakan pawai di depan istana, para menteri itu bisa sepakat untuk hadir menyaksikan.

Meriah sekali pawai itu. Ada badut, rombongan musik, akrobat dan atraksi yang lain. Puncaknya adalah munculnya sang raja yang menuntun seekor gajah dan diikuti oleh tujuh orang buta.

Didepan panggung, raja berhenti. Dia meraih tangan orang buta pertama dan menuntunnya untuk memegang belalai gajah dan mengatakan itulah gajah.

Berikutnya, raja membantu orang buta kedua untuk meraba gading dan mengatakan itulah gajah. Orang buta ketiga meraba kupingnya, yang keempat memegang kepalanya, orang buta kelima memegang badannya, yang keenam memegang kakinya dan yang ketujuh memegang ekornya, lalu mengatakan kepada masing-masing orang buta itulah gajah.

Kembali raja menemui orang buta pertama untuk menyebutkan dengan lantang apakah gajah itu.

"Menurut pendapat saya yang ahli ini" kata orang buta pertama, yang meraba belalai "saya nyatakan dengan yakin gajah itu adalah sejenis ular piton"

"Sungguh, omong kosong" seru si buta kedua, yang meraba gading gajah "seekor gajah terlalu 'keras' untuk dianggap seperti ular. Fakta yang saya terima gajah itu seperti bajak petani"

"Ha...ha..." gelak si buta ketiga yang meraba kuping gajah "seekor gajah adalah daun kipas yang besar"

"Bodoh....!" kata si buta keempat yang memegang kepala gajah "jelas sekali gajah itu adalah sebuah gentong air besar"

Tak mau kalah, orang buta kelima yang meraba badan gajah berkata "seekor gajah adalah sebuah dinding yang besar dan tinggi"

"Apa..?" tanya sibuta keenam yang memegang kaki gajah "seekor gajah adalah sebatang pohon kayu"

"Dasar picik" kata sibuta ketujuh yang memegang ekor "Dengar semuanya, gajah itu seperti tali. Sudah kubilang itu!"

"Sampah! Gajah itu seekor ular"

"Tidak bisa! Itu gentong air!"

"Bukan...Gajah itu...."

Semuanya bicara berbarengan, membuat kata-kata itu melebur jadi teriakan yang lantang dan panjang. Saat kata penghinaan sudah terlontar, maka kelanjutannya adalah adu jotos. Para orang buta itu tidak yakin betul siapa yang ditinjunya, tapi itu tidak penting dalam tawuran semacam itu. Mereka sedang berjuang demi prinsip, demi integritas, demi kebenaran. Kebenaran masing-masing tentu saja.

Saat para prajurit melerai tawuran membuta diantara orang buta itu, kerumunan tamu yang terdiri para menteri diam terpaku. Mereka malu oleh kejadian yang baru saja disaksikan. Setiap yang hadir menangkap pesan yang disampaikan raja melalui pelajaran itu.


Masing-masing dari kita hanya mengetahui sebagian saja dari kebenaran. Bila kita memegang teguh pengetahuan kita yang terbatas itu sebagai kebenaran mutlak, kita tak ubahnya seperti salah satu dari orang buta yang memegang satu bagian dari seekor gajah dan menyimpulkan bahwa pengalaman parsial mereka itu sebagai sebuah kebenaran, dan yang lain salah.

Alih-alih beriman buta, kita dapat berdialog. Bayangkanlah seperti apa jadinya jika ketujuh orang buta itu, tidak mempertentangkan, tapi menggabungkan pengalamannya. Mereka bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa "seekor gajah" adalah sesuatu yang seperti dinding, ditopang oleh empat batang pohon. Di bagian belakang ada seutas tali, dan didepannya ada gentong air besar. Pada setiap sisi gentong terdapat dua daun kipas lebar, dengan dua bajak yang mengapit ular piton besar.

Bukan gambaran yang buruk-buruk sekali akan seekor gajah, bagi orang yang tak akan pernah melihatnya.[]


Dari buku

"Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" 108 Cerita Pembuka Pintu Hati

Kamis, 03 Maret 2022

TUKANG BATU


"Dunia tidak menuntut Anda untuk menjadi seorang Arsitek ternama, Presiden, Politikus, Ilmuwan, Dokter atau seorang Pengusaha.Dunia hanya menuntut Anda untuk menjadi seorang yang terbaik pada apapun yang Anda kerjakan"

(Orison Sweet Marden)

Seorang ayah tanpa sengaja mendengar percakapan istrinya yang menasehati anaknya, karena merasa rendah diri mempunyai ayah seorang tukang batu.

"Nak, apakah kamu tahu? bagaimana gedung-gedung bertingkat dan apartemen mewah itu bisa berdiri? Jalan tol dan jembatan layang bisa dibangun? Atau pelabuhan dan bandara bisa digunakan? Semua itu membutuhkan orang-orang seperti ayahmu untuk mengerjakannya.Memang ada para pengusaha dan pemilik modal yang membiayai proyek-proyek besar itu.Ada arsitek dan disain interior yang merancang bangunan itu.Juga ada para manajer dan mandor yang mengawasi jalannya pekerjaan itu, tapi tanpa ada orang-orang seperti ayahmu yang menggali tanah dan meletakkan batu-batu kali sebagai fondasi, yang mengaduk pasir dan semen untuk menyusun batu bata hingga menjadi tembok yang kokoh, semua impian mereka itu tidak dapat terwujud" Ungkap di Ibu pada putranya.

" Di setiap Rumah Sakit, Bank, gedung perkantoran terdapat sidik jari dan butiran keringat ayahmu yang melekat pada dinding bangunan itu" lanjut Ibu itu dengan penuh kasih sayang.

Si Anak lalu menghampiri dan memeluk ibunya sambil berkata "Terima kasih ibu, engkau telah membuat saya percaya diri dan bangga memiliki ayah seorang tukang batu"

Sang Ayah terharu mendengar pengakuan anak dan istrinya, kemudian ia memasuki ruangan dan menghampiri mereka berdua sambil berkata "Terimakasih, kalian telah membuat hidupku jadi berarti..."

Apapun profesi dan pekerjaan Anda, lakukan dengan penuh suka cita dan rasa bangga seperti kata Marthin Luther King "Jika seorang terpanggil menjadi penyapu jalan, dia harus melakukannya sama seperti Michaelangelo melukis Beethoven mengarang lagu,atau Shakespeare menulis puisi.Dia harus menyapu jalan dengan begitu bersih, sehingga seluruh penghuni surga dan dunia berkata,'Di sini hidup seorang penyapu jalan yang agung yang menyelesaikan pekerjaannya dengan baik'"


Dari buku

UBAH SLOGAN JADI TINDAKAN

Rabu, 02 Maret 2022

SEBUAH PEMBUKTIAN


وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ#وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ#وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ#وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا

تُوْعَدُوْنَ#

Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.

(QS Adz-Dzariyat [52]: 19-22)

Bagaimana janji Allah bekerja?

Apakah aku sanggup menangkap tanda-tandanya?

Suatu saat aku melakukan pencarian dan pembuktian ayat tersebut. Aku berdialog dengan hatiku, kemana aku harus pergi membawa jatah rezeki yang kuperoleh hari ini.

Bersama Nadia, putriku dengan diantar suami, kami mencari orang yang hari ini berhak menerima sedekah.

Aku sama sekali tidak memberikan arah yang kami tuju kepada suami. Aku hanya bilang "kayaknya kita belok kiri" atau "lurus saja". Hampir-hampir, tak ada komando dari akal, semuanya berjalan melalui rasa. Dan Ekki, suamiku, selalu mengikuti kemana arah yang kuminta. Praktis yang memandu perjalanan kami ada perasaan yang mengalir, namun begitu dekat. Kadang terasa seperti insting, tapi bukan.

Kami menelusuri jalan yang satu ke jalan yang lain, tanpa aku mengetahui daerahnya. Pokoknya asal jalan. Kompasnya adalah hati, petanya adalah perasaan.

Lalu, tepat di suatu jalan, ditepi sebuah tanah lapang, kami berhenti. Namun tiba-tiba dan perasaan yang menuntun juga hilang. Seolah aku disuruh mencari sendiri.

Bersama Nadia aku turun, sementara suamiku  menunggu di mobil. Kupasang mata dan telingaku baik-baik. Sayup-sayup terdengar suara seorang ibu-ibu tua yang sedang berbicara dengan anak kecil. Suara itu terdengar dari balik sebuah dinding. Aku menuju ke sana.

Akhirnya kutemukan sebuah rumah gubuk, tepatnya tumpukan kardus yang membentuk sebuah gubuk. Kulihat ada wanita tua sedang melipat baju didepan anak kecil. Dari bola matanya yang keruh nampak dia menderita katarak. Dalam hatiku berkata "Dialah yang berhak menerima pemberianku hari ini"

Dia tidak tahu aku dengan kebutaanya. Aku hanya bisa memandang dengan puas apa yang sudah kuberikan, sesuai kebutuhannya. Aku hanya sedang belajar melihat apa kehendak Allah dan lalu menerapkannya. Jika aku memberi pertolongan, Allah akan memeliharaku. Itu yang ku yakini.

Aku kembali ke mobil dan Nadia pun nampak senang dengan apa yang baru disaksikannya. Dan kuberi tahu Ekki bahwa aku sudah menemukan orang yang tepat. Seperti biasa, aku tak menyebutkan jumlah nominal uang yang kuberikan dan dia juga tak menanyakan, sesuai kesepakatan kita tentang sedekah.

Allahuakbar..! Allah selalu memenuhi janjiNya. Tak lama menunggu, hari itu juga Allah membuktikan. Ternyata aku mendapat balasan dari apa yang kusedekahkan dengan jumlah yang berlipat-lipat. Cash!, Kontan! Aku tak menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pembuktian tersebut. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Sejak itu aku semakin yakin dengan ayat-ayat yang kubaca. Janji Allah adalah nyata.Allah maha melihat. []


(Dituturkan oleh Soraya Haque dalam buku "Soraya Clues" Jejak-jejak Perjalanan Jiwa)

Senin, 28 Februari 2022

SEDOTAN CITA-CITA



Terdapat tiga buah model sedotan.Pertama sebuah sedotan biasa, berikutnya dua sedotan yang disambung menjadi satu dan model ketiga tiga sedotan yang disambung.Dengan demikian panjang ketiga model tadi tidak sama.

Jika sedotan model pertama diletakkan berdiri di telapak tangan atau jari,maka dengan cepat sedotan itu akan segera jatuh.

Dua sedotan yang disambung jika didirikan pada telapak tangan atau jari akan jatuh lebih lama dibandingkan sedotan pertama.

Posisi berdiri tiga sedotan yang disambung tentu akan lebih lama jatuhnya dibandingkan dengan model dua sedotan sebelumnya.

Jadi, jangan pernah melihat awal sebuah cita-cita (ujung bawah sedotan) karena cita-cita Anda tidak akan bisa bertahan lama.Tetapi dengan selalu melihat ujung atau akhir (ujung atas sedotan) sebuah cita-cita,maka Anda akan bisa bertahan lama.

Juga bisa digambarkan bahwa cita-cita atau hidup akan bisa bertahan lama jika kita mempunyai rencana jangka panjang (3 sedotan),bukan rencana jangka menengah atau jangka pendek.

Agar rencana jangka panjang bisa bertahan lama,maka usahakanlah melihat hasil akhir atau atau tujuan mimpi yang bahagia.Hal ini akan membuat cita-cita bertahan lama

Insha Allah


Dari buku

AKU BISA

temukan potensi dan dahsyatnya diri

TEMPAT SINGGAH


Dengan santainya lelaki tua asing itu menghamparkan tikar persis di koridor istana. Seolah-olah dia melakukannya bukan diistana. Hal ini membuat raja tidak bisa menahan diri dan menghampirinya.

"Siapa kau pak Tua, yang berani-berani memasuki istanaku tanpa izin?"

Dengan santai pria asing itu menjawab "O, Baginda, menurutku tempat ini adalah tempat persinggahan para musafir"

"Apa katamu?. Apa kau sudah gila menyebut istanaku sebagai tempat persinggahan?" sergah raja yang sudah tidak bisa menahan diri.

"Tunggu dulu, Baginda. Jangan marah. Jawab dulu pertanyaan hamba ini. Siapakah yang tinggal disini sebelum Baginda?"

"Tentu saja Ayahku" jawab raja.

"Lalu, dimana beliau sekarang?"

"Dia sudah meninggal dan pergi untuk selamanya"

"Lalu, siapakah yang menempati istana sebelum ayahanda Baginda?"

" Kakekku" jawab raja.

"Dimana dia sekarang?"

"Dia juga sudah pergi"

"Sebelum kakek Baginda, siapa yang tinggal di istana ini?"

"Tentu saja ayah kakekku. Kenapa itu kau tanyakan" kata raja makin tidak sabar.

"Dimana moyang Baginda itu sekarang?"

"Tentu telah tiada. Dia telah meninggalkan dunia ini"

"Jika begitu," kata pria asing itu,"di tempat ini, yang baginda sebut dengan istana, orang ternyata datang dan pergi. Lantas, apakah aku salah jika menyebutnya sebagai tempat persinggahan musafir? Baginda menyebutnya istana, tapi aku menyebutnya persinggahan musafir. Ingatlah, Baginda: engkau pun adalah seorang musafir. Dan akan tiba saatnya bagimu untuk pergi dari sini"

Tiba-tiba suasana terasa beku. Senyap dan menggigit. Beberapa saat kemudian, sang raja tersadar namun tidak melihat lagi lelaki asing tadi. Orang itu telah lenyap. Tapi kalimat demi kalimat yang dikatakannya terus terngiang di telinganya dan mengisi seluruh kalbunya. Kelak, saat tiba waktunya, raja memutuskan meninggalkan istana beserta seluruh kemewahan di dalamnya lalu pergi mencari kebijaksanaan Tuhan.

Ketidakabadian hendaknya dijadikan untuk bersikap menjaga, memelihara, dan menggunakannya sebaik mungkin. Karena hanya jejak memori yang baik sajalah yang bisa ditinggalkan


Dari buku

KAFE ETOS

LOMPATAN KATAK


Seorang guru sains disebuah sekolah internasional mengeluh kepada rekannya.Dia merasa cukup menguasai dan memahami tentang ilmu pendidikan, psikologi anak ,namun yang dia temui di kelas adalah respon yang negatif dari anak, bahkan beberapa anak terlihat tidak menyukai pelajaran yang dia berikan.

Rekannya--seorang  guru lulusan Perguruan Tinggi Swasta-- terlihat sungkan untuk memberikan masukan kepada guru tadi.

"Saya hanya minta pendapat,Pak.Saya selalu mengajarkan pada anak-anak untuk mampu melihat dunia luar.Bagaimana seharusnya mereka belajar, bagaimana membuat laporan, bagaimana menjawab soal-soal.Di negeri tempat saya belajar dulu anak-anak sekolah tidak seperti disini" dia berbicara seolah-olah dialah yang paling baik dan benar karena berpendidikan di luar negeri.

"Sebagai guru sains,mungkin Bapak bisa memperhatikan seekor katak dan bisa belajar dari binatang amphibi tersebut" jawab rekannya.

"Maksudnya?"

"Apapun jenisnya, seekor katak mampu melompat cukup jauh dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.Kemampuan katak melompat jauh itu karena sebelumnya ia merendahkan diri lebih dulu, membungkukkan badannya,menarik kaki erat-erat ketanah baru dia bisa melompat dengan tinggi dan jauh. Bagaimana?"

Guru itu hanya bisa diam dan tidak bisa menjawab.


Saat kita telah mencapai kesuksesan dan sudah menapaki tangga keberhasilan, sering kita lupa apa yang seharusnya dilakukan.

Manusia sulit untuk merendahkan hatinya.

Dari lompatan seekor katak kita bisa belajar bahwa dengan berani merendahkan hati kita akan memperoleh kesuksesan dan keberhasilan yang besar...


Dari buku

INSPIRASI PEMIMPIN

Minggu, 27 Februari 2022

HOPE IS POWER



Kelly Clarkson lahir di Texas. Pada usia 6 th orangtuanya bercerai hingga membuat keluarganya semburat. Kakaknya ikut ayahnya, saudara yang lain ikut bibinya. Sedangkan Kelly ikut dengan ibunya.

Suaranya yang bagus saat menyanyi di koridor sekolah membuatnya diikutkan dalam koor sekolah.

Usai SMA, keinginannya untuk menjadi penyanyi semakin menggebu sampai-sampai dia hijrah ke Los Angeles yang merupakan ibukota dunia hiburan. Rupanya tidak segampang bayangan dia sampai disana. Dunia entertainment yang kejam enggan meliriknya, apalagi apartemen nya sempat terbakar sehingga ia kembali ke Texas.

Beberapa kali ia melakukan pekerjaan yang 'tidak umum' jadi pelayan cocktail, gadis promosi untuk redbull, telemarketer, sales door to door produk penyedot debu. Namun semua itu tak menggoyahkan niatnya menaklukkan belantara dunia hiburan.

Dan usahanya itu berujung pada pemenang American idol season l.



Melihat putra kesayangannya sering dihajar penyakit, Franziska Oehler memberinya kata-kata hiburan "Was dich nicht umbright macht dich starker"

Kutipan itu menjadi 'abadi' lantaran sang putra yang dihadiahi nasehat itu bukan orang sembarangan. Dia adalah Friedrich Nietzsche, filsuf kontroversial dari Jerman yang hidup pada paruh abad XIX. Sebagai penghormatan kepada sang ibu, Nietzsche sering mengutip kata-kata itu.



Seabad kemudian, Ali Tampossi, seorang penulis lagu terkenal membaca kutipan Nietzche tersebut dan bersama koleganya Jorgen Elofsson yang sedang mengerjakan proyek penulisan sebuah lagu sepakat untuk memodifikasi dan memasukan kutipan itu kedalam lagunya.

Kutipan itu dimodifikasi dalam bahasa Inggris menjadi "that which does not kill us makes stronger"(apa² yang tidak membunuh kita akan membuat kita lebih kuat)



Saat tengah menggarap album kelimanya, lagu "Stronger" ciptaan Tampossi dan Elofsson tadi disodorkan ke Kelly Clarkson. Sungguh keputusan yang tepat, ditangan Clarkson lagu ini merajalela diberbagai daftar peringkat lagu di Amerika dan Eropa untuk kemudian menyerbu ke Asia(termasuk Indonesia). Tak hanya soal peringkat, tentu saja Clarkson-yang menyanyikan dg penuh penghayatan seolah menceritakan kisah hidupnya sendiri- meraup untung dari penjualan lagu ini.

Memang lagu ini berkisah tentang seorang yang patah hati,namun tidak sampai melumpuhkan asa.Lebih jauh, lirik lagu yg berakar dari kutipan (ibu) Nietzsche itu bahkan menjadi semacan "lagu tema" tentang pemberdayaan.


Clarkson, Nietzsche dan lagu Stronger (what doesn't kill you) mengingatkan kita tentang seseorang yang hidupnya juga disesaki derita,cercaan,dan hinaan,tetapi selalu berusaha untuk bangkit.

Sebuah mentalitas yang seolah membuktikan pesan inspiratif dalam lirik lagu bahwa "Apa-apa yang tidak membunuh kita akan membuat kita semakin kuat"


Dari buku

WHEN I AM GETTING OLDER

PERAMPOK DAN BOCAH BUTA

 "𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴 𝘢𝘴𝘢, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘤𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘬...