Selasa, 18 Oktober 2022

KENAPA JADI PENYIAR?


Secara anatomis sudah nampak. Otak letaknya lebih tinggi dibandingkan dengan hati. Otak terlindung dalam tengkorak yang sangat keras, hati berada disekitar perut diantara tulang² yang memagarinya. Dari keadaan ini terlihat bahwa pikiran lah yang mengendalikan perasaan. Penerimaan penyiar radio tidak seketat seperti seleksi penyiar televisi.Di stasiun Radio pun tak tersedia fasilitas periasan untuk penyiarnya. Setiap siaran, suara yg terdengar dari penyiar nya selalu dalam 'mood' yang baik. Apa benar demikian? Suatu ketika, seorang penyiar radio dalam keadaan yang tidak menyenangkan hatinya,namun begitu berhadapan dengan mikrofon, dia langsung berbicara dengan riang sehingga suaranya terdengar ke seluruh penjuru. Saat ditanyakan mengapa dia bisa secepat itu mengubah suasana hatinya,dia menjawab "suara saya akan didengarkan banyak orang,kalau suasana hati saya tidak baik, maka itu akan mempengaruhi suara saya, dan pendengar akan tidak menyukai saya lagi. Kalau pendengar tidak menyukai saya,maka suasana hati saya akan bertambah buruk lagi". Rupanya penyiar tadi mempunyai otak yang mengendalikan hati, pikiran yang mengendalikan perasaan sehingga apapun situasi buruk yang menimpa,maka perlu mengendalikan sikap supaya tidak semakin buruk.Terutama kalau sampai menyalahkan orang lain. 

Jadi.....kenapa kita tidak jadi penyiar?


Disederhanakan dari buku 

LITTLE NOTES FOR BIG SUCCESS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERAMPOK DAN BOCAH BUTA

 "𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴 𝘢𝘴𝘢, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘤𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘬...