Analogi udara dengan cairan, maka Hukum Archimedes juga bisa digunakan pada gaya angkat benda di udara
Dimana:
𝑭𝒂 = ρ 𝒗 𝒈
dengan
𝑭𝒂 : 𝒈𝒂𝒚𝒂 𝑨𝒓𝒄𝒉𝒊𝒎𝒆𝒅𝒆𝒔
𝒗 : 𝒗𝒐𝒍𝒖𝒎 𝒃𝒆𝒏𝒅𝒂
ρ : 𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒋𝒆𝒏𝒊𝒔 𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂
𝒈 : 𝒈𝒂𝒚𝒂 𝒈𝒓𝒂𝒗𝒊𝒕𝒂𝒔𝒊 (𝟗,𝟖 𝒎/𝒔²)
Sehingga rumus ini bisa digunakan untuk menghitung gaya angkat helikopter.
Putaran baling-baling (v) yang kuat akan menjadikan gaya angkat (Fa) helikopter juga besar sehingga mampu mengangkat badan helikopter.
Jadi, fungsi baling-baling bagi helikopter sangat vital, yaitu sebagai director (pengarah) yang mengarahkan udara dan menyalurkan power yang dimilikinya ke arah yang tepat.
Baling-baling yang baik adalah baling-baling yang dapat mengarahkan udara ke arah yang tepat.
artinya:
𝑺𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒊𝒎𝒑𝒊𝒏𝒂𝒏 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒓𝒆𝒄𝒕𝒐𝒓 /𝒑𝒆𝒏𝒈𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒓𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒈𝒆𝒏𝒂𝒑 𝒑𝒐𝒕𝒆𝒏𝒔𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒆𝒏𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒊 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒃𝒂𝒘𝒂𝒉𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒆 𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒃 𝒅𝒊𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒃𝒆𝒕𝒖𝒍 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂.
Udara adalah kekuatan utama helikopter, tanpa udara helikopter tidak mungkin helikopter akan terangkat. Seperti itulah seharusnya pembuat kebijakan menilai para bawahan, yaitu sebagai aset penting yang sangat berharga. Oleh karenanya organisasi yang baik harus memperlakukan bawahan dengan baik pula.
Jadi:
𝑰𝒃𝒂𝒓𝒂𝒕 𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂, 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒌𝒆𝒃𝒊𝒋𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒉𝒂𝒎𝒊 𝒃𝒂𝒘𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒌𝒆𝒅𝒂𝒓 𝒂𝒍𝒂𝒕 𝒑𝒓𝒐𝒅𝒖𝒌𝒔𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒆𝒏𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂.
Perbandingan lurus antara daya angkat dan baling-baling membuat dua variabel itu harus bisa melakukan kerjasama yang solid
Maknanya adalah:
𝑨𝒏𝒕𝒂𝒓𝒂 𝒃𝒂𝒘𝒂𝒉𝒂𝒏 (𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂𝒘𝒂𝒏) 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌 𝒌𝒆𝒃𝒊𝒋𝒂𝒌𝒂𝒏 (𝒔𝒕𝒂𝒌𝒆𝒉𝒐𝒍𝒅𝒆𝒓) 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒐𝒎𝒑𝒂𝒌, 𝒔𝒆𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒃𝒆𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒖𝒋𝒖𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒊𝒔𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒂𝒎𝒂, 𝒕𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒉𝒂𝒏𝒌𝒂𝒏 𝒆𝒈𝒐 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒃𝒆𝒃𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒕 𝒕𝒂𝒌 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒕.
Bila semua bagian helikopter tersebut berfungsi baik, maka dapat membuat helikopter yang berat menjadi terangkat, dan bila performanya terus membaik maka helikopter tersebut bisa terbang tinggi menjulang menembus awan ...[]
Dari buku
"SAINSPIRASI" Inspirasi Kehidupan Berdasarkan Fenomena Sains
Tidak ada komentar:
Posting Komentar