Kamis, 21 September 2023

PERLUNYA PENJELASAN


"๐’๐š๐ฒ๐š ๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ฃ๐š๐ซ๐ค๐š๐ง ๐œ๐š๐ซ๐š ๐ฆ๐ž๐ซ๐š๐ข๐ก ๐š๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ซ๐ž๐ค๐š ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง๐ค๐š๐ง ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ. ๐€๐ค๐š๐ง ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ๐ข, ๐ฌ๐š๐ฒ๐š ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐ฆ๐ž๐ง๐ž๐ฆ๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐ฌ๐ž๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐š๐ฆ๐ฉ๐ฎ ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ญ๐š๐ค๐š๐ง ๐š๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ซ๐ž๐ค๐š ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง๐ค๐š๐ง."

(Mark Twain)


Tidak lama setelah guru masuk kelas, beberapa siswa mengatakan bahwa ujiannya diundur minggu depan saja, jangan dua hari lagi.


"Saya akan merubah jadwal ujian sesuai permintaan, jika kalian bisa mengikuti kuis empat instruksi yang saya berikan. Akan tetapi, jika ada dari kalian yang tidak dapat mengikutinya meskipun hanya satu, maka kalian dinyatakan gagal. Bagaimana?"

Anak-anak saling berpandangan dengan perasaan bingung, tetapi akhirnya mereka bersedia dan segera mengambil alat tulis dan selembar kertas 


"Tidak perlu," kembali guru itu berkata. "Ini bukan kuis tertulis, dan juga bukan tes lisan. Kalian hanya memerlukan jari tangan kalian." Anak-anak bertambah penasaran.


"Saya ingin kalian meletakkan tangan kanan mendatar di atas meja. Sekarang, tekuk jari tengah kalian ke dalam agar menyentuh telapak tangan".

Seketika itu mereka mampu melakukannya.


"Nah, sekarang perhatikan pernyataan berikut"

Guru itu melanjutkan, "Persamaan kuadrat mempunyai pangkat tertinggi variabel 2. Jika kalian berpikir bahwa pernyataan ini benar, angkat jempol kanan.

Anak-anak dengan bangga mengangkat jempol mereka dan jari lainnya tidak terangkat sedikitpun. 

"Bagus!" kata guru itu. "Turunkan kembali jempolnya"


"Perkalian dua bilangan bulat negatif menghasilkan bilangan bulat positif" Pernyataan kedua kembali dilontarkan

"Jika pernyataan itu benar, angkat kelingking kalian." Dengan perlahan tapi pasti, mereka mengangkat kelingking. Setelah mengangkatnya, mereka menurunkan kembali kelingking di atas meja.


"Pernyataan ketiga. Mencari akar-akar persamaan kuadrat artinya mengganti variabel dengan bilangan yang sesuai. Jika pernyataan itu benar angkat telunjuk kalian." Anak-anak tidak percaya bahwa mereka begitu beruntung. Pernyataan itu begitu mudah! Setiap anak mengangkat telunjuk mereka dan mengembalikannya lagi kemeja.

"Pertanyaan terakhir... Ini adalah keberuntungan. Jika kalian melakukannya dengan benar, ujian jadi diundur minggu depan. "Salah satu penyelesaian persamaan kuadrat adalah dengan pemfaktoran. Jika pernyataan itu benar, angkat jari manis kalian."

Sebuah pernyataan yang mudah. Tapi....saat anak-anak akan mengangkat jari manisnya yang terjadi adalah hal tersebut tidak bisa dilakukan! Semakin keras mereka mencoba, hasilnya adalah sia-sia.

"Baiklah" kata guru selanjutnya, "soal terakhir tadi menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang diperlukan untuk menyiapkan ujian, tidak akan ada hasilnya kalau tidak belajar dengan keras. Ingat, bukan belajar untuk ujian, tetapi ujian untuk belajar" demikian guru menutup penjelasannya.


Orang-orang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawab kata "mengapa" sebagai cara menunda tindakan. Mereka percaya bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah pekerjaan yang produktif. Kenyataannya, mereka takut dan tidak ingin mengakuinya. Oleh sebab itu jangan sampai jatuh ke dalam jebakan tersebut. Perjelaslah apa yang Anda inginkan dan lakukan tanpa menunda.[]


Dari buku

"HOW TO PERSUADE PEOPLE"

Selasa, 19 September 2023

MENCOBA DAN MENCOBA

"๐‘ฑ๐’Š๐’Œ๐’‚ ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’‰๐’‚๐’๐’š๐’‚ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’๐’š๐’‚๐’Š ๐’”๐’‚๐’•๐’– ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ ๐’‘๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’…๐’Š๐’๐’†๐’Ž๐’‘๐’‚๐’“ ๐’Œ๐’† ๐’‘๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐’”๐’‚๐’”๐’‚๐’“๐’‚๐’, ๐’Ž๐’‚๐’Œ๐’‚ ๐’Œ๐’†๐’”๐’†๐’Ž๐’‘๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’Ž๐’†๐’๐’„๐’‚๐’‘๐’‚๐’Š ๐’”๐’‚๐’”๐’‚๐’“๐’‚๐’ ๐’–๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐’‚๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐’Œ๐’†๐’„๐’Š๐’. ๐‘ป๐’‚๐’‘๐’Š ๐’‹๐’Š๐’Œ๐’‚ ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’๐’š๐’‚๐’Š ๐’”๐’†๐’“๐’‚๐’•๐’–๐’” ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ ๐’‘๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’…๐’Š๐’๐’†๐’Ž๐’‘๐’‚๐’“ ๐’Œ๐’† ๐’‘๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐’”๐’‚๐’”๐’‚๐’“๐’‚๐’, ๐’Ž๐’†๐’”๐’Œ๐’Š ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’•๐’Š๐’…๐’‚๐’Œ ๐’‘๐’‚๐’๐’…๐’‚๐’Š ๐’Ž๐’†๐’๐’†๐’Ž๐’‘๐’‚๐’“๐’๐’š๐’‚ ๐’…๐’‚๐’‘๐’‚๐’• ๐’…๐’Š๐’‘๐’‚๐’”๐’•๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’‘๐’‚๐’๐’Š๐’๐’ˆ ๐’•๐’Š๐’…๐’‚๐’Œ, ๐’๐’†๐’ƒ๐’Š๐’‰ ๐’…๐’‚๐’“๐’Š ๐’”๐’‚๐’•๐’– ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ ๐’‘๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐’•๐’†๐’‘๐’‚๐’• ๐’Ž๐’†๐’๐’ˆ๐’†๐’๐’‚๐’Š ๐’”๐’‚๐’”๐’‚๐’“๐’‚๐’"

(Brian Tracy dalam buku 'The Psychology of Selling)

Awalnya perusahaan ini  mengambil nama 3 UP sebagai mereka minuman sodanya. Namun sayang, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri perusahaan kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya menjadi 4 UP. Malangnya, produk ini masih bernasib seperti sebelumnya. Selanjutnya ia mencoba bangkit kembali dan mengganti nama produknya menjadi 5 UP. Hasilnya gagal lagi. Kecintaannya pada minuman bersoda ini membuatnya tidak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6 UP. Produk ini pun gagal dan dia menyerah.

Beberapa tahun kemudian orang lain muncul dan membuat minuman bersoda dengan nama 7 UP dan ternyata sukses besar menjadi minuman yang cukup populer di dunia...[]

"๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข '๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ' ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ญ, ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ"

(John Mautner)


Dari buku

IF YOU BELIEVE YOU CAN ACHIEVE



HUKUM (MASIH) BERPIHAK

Bersama dengan teman-temannya, Pangeran itu membuat keributan.Salah seorang kawannya kemudian ditangkap dan disidangkan perkaranya dan berlanjut dengan vonis penjara.Melihat itu sang pangeran kesal."Dimana saya sembunyikan muka saya dihadapan teman-teman?" katanya.

Tapi sang Hakim tetap dengan keputusannya.Sang pangeran makin marah sampai akhirnya memukul wajah sang hakim.

Sang Hakim segera memerintahkan untuk menangkap dan memenjarakannya."Saya tidak marah karena engkau memukulku,tapi saya tidak bisa menerima hukum dipermainkan".Berita pemenjaraan Pangeran tersebar luas,namun Raja tidak ambil peduli dg hal itu

Waktu berlalu...

Setelah dewasa,Sang Pangeran dinobatkan menjadi raja .

Saat penobatannya , semua pejabat tinggi, termasuk sang hakim yg pernah memukulnya diundang untuk memberikan selamat.

Saat antriannya untuk memberikan ucapan selamat semakin mendekati raja,Hakim itu cemas apa yg akan terjadi.

Dan....sang Raja segera memeluknya seraya berkata "Selagi di kerajaan Inggris Raya masih ada orang seperti Bapak,maka hukum akan tegak dan kerajaan akan Jaya" kata Raja Henry lV.[]

"๐˜ฟ๐™–๐™ก๐™–๐™ข ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™ช๐™จ๐™ž๐™– ๐™–๐™™๐™– ๐™™๐™ค๐™ง๐™ค๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ช ๐™ฃ๐™–๐™›๐™จ๐™ช ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ ๐™™๐™ž๐™๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™œ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™จ๐™ž๏ฝก๐˜ฝ๐™ž๐™ก๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™ง๐™จ๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™ข๐™š๐™ง๐™–๐™จ๐™– ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™ž โŸ๐™ฅ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฉ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™–๐™—๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ข๐™–๐™ ๐™– ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™ช๐™จ๐™–๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™ข๐™š๐™ข๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™– ๐™ข๐™–๐™–๐™›"

Dari buku

A BOOK OF WISDOM




KISAH BOCAH PENJUAL PENSIL

"๐๐š๐ง๐ฒ๐š๐ค ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐›๐š๐ซ๐ฎ ๐›๐ž๐ซ๐ก๐š๐ฌ๐ข๐ฅ ๐ฆ๐ž๐ง๐œ๐š๐ฉ๐š๐ข ๐›๐š๐ญ๐š๐ฌ ๐ญ๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐ฎ๐ก ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐ฆ๐ž๐ซ๐ž๐ค๐š ๐œ๐š๐ฉ๐š๐ข ๐ฌ๐ž๐ญ๐ž๐ฅ๐š๐ก ๐š๐๐š ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ข๐ง ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ญ๐š๐ค๐š๐ง ๐›๐š๐ก๐ฐ๐š ๐ฆ๐ž๐ซ๐ž๐ค๐š ๐ฆ๐š๐ฆ๐ฉ๐ฎ ๐ฆ๐ž๐ฅ๐š๐ค๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐ข๐ญ๐ฎ"

Di sebuah stasiun yang terpencil, hidup seorang bocah kurus yang menjual pensil sambil sesekali mengemis.

Suatu ketika, lewat seorang pengusaha didekat bocah itu dan memasukkan satu dollar ke saku bajunya. Pria itu lalu berjalan menuju kereta yang hendak ditumpanginya. Tapi, saat kereta menjelang berangkat, tiba-tiba ia kembali turun dan menghampiri bocah penjual pensil tadi.

Setibanya didepan bocah itu, ia berkata ingin membeli pensilnya beberapa batang, karena lupa membeli pena seperti yang biasa dilakukan. Ketika menyerahkan uang kepada bocah itu, pria itu berkata "Sebenarnya kau juga seorang pengusaha seperti aku, karena kau memiliki barang yang kau jual dengan harga yang pantas". Pria itu kemudian berlalu untuk segera naik kereta.

Beberapa tahun kemudian, disebuah pesta yang meriah, tiba-tiba seorang pria berpakaian rapih dan terlihat mahal menghampiri pengusaha yang dulu membeli pensil dari seorang bocah di stasiun. Pria itu berkata "Anda pasti tidak ingat siapa saya. Sayapun tidak mengetahui nama Anda. Tapi seumur hidup saya tidak pernah melupakan wajah Anda"

Pria pengusaha hanya diam menunggu pria muda itu melanjutkan kata-katanya

"Anda adalah orang yang telah mengembalikan harga diri saya sebagai manusia" ujar pria muda itu. "Dulu saya adalah seorang penjual pensil dan kadang mengemis. Tapi kemudian Anda muncul dalam hidup saya dan mengatakan bahwa sebenarnya saya adalah seorang pengusaha seperti Anda. Dan inilah saya yang sekarang"[]

"๐‘ฑ๐’Š๐’Œ๐’‚ ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’•๐’Š๐’…๐’‚๐’Œ ๐’‘๐’†๐’“๐’๐’‚๐’‰ ๐’Ž๐’†๐’๐’ˆ๐’‰๐’‚๐’“๐’ˆ๐’‚๐’Š ๐’…๐’Š๐’“๐’Š ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’”๐’†๐’๐’…๐’Š๐’“๐’Š ๐’…๐’‚๐’ ๐’•๐’Š๐’…๐’‚๐’Œ ๐’‘๐’†๐’“๐’๐’‚๐’‰ ๐’‘๐’†๐’…๐’–๐’๐’Š ๐’‘๐’‚๐’…๐’‚ ๐’Œ๐’†๐’Ž๐’‚๐’Ž๐’‘๐’–๐’‚๐’ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’Ž๐’Š๐’๐’Š๐’Œ๐’Š, ๐’Ž๐’‚๐’Œ๐’‚ ๐’‘๐’†๐’๐’‚๐’๐’•๐’Š๐’‚๐’ ๐‘จ๐’๐’…๐’‚ ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐’‰๐’‚๐’…๐’Š๐’“๐’๐’š๐’‚ ๐’”๐’๐’”๐’๐’Œ "๐‘บ๐’Š ๐‘ท๐’†๐’๐’ˆ๐’–๐’”๐’‚๐’‰๐’‚" ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐’Ž๐’†๐’๐’‹๐’‚๐’…๐’Š ๐’‘๐’‚๐’๐’‹๐’‚๐’๐’ˆ, ๐’ƒ๐’‚๐’‰๐’Œ๐’‚๐’ ๐’ƒ๐’Š๐’”๐’‚ ๐’‹๐’‚๐’…๐’Š ๐’•๐’Š๐’…๐’‚๐’Œ ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐’‰๐’‚๐’…๐’Š๐’“"


 Dari buku

JANGAN MENYERAH



KEKUATAN VISUALISASI SUKSES

"๐š‚๐šŠ๐šข๐šŠ ๐š๐šŽ๐š•๐šŠ๐š‘ ๐š–๐šŽ๐š—๐šŽ๐š–๐šž๐š”๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŠ๐š‘๐š ๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ๐š” ๐š™๐šŽ๐š–๐šŠ๐š’๐š— ๐š™๐šž๐š—๐šŒ๐šŠ๐š” ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š๐šž๐š—๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š”๐šŽ๐š๐šŽ๐š›๐šŠ๐š–๐š™๐š’๐š•๐šŠ๐š— ๐š•๐šŠ๐š๐š’๐š‘๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š• ๐šŸ๐š’๐šœ๐šž๐šŠ๐š•๐š’๐šœ๐šŠ๐šœ๐š’. ๐™ผ๐šŽ๐š›๐šŽ๐š”๐šŠ ๐šœ๐šŽ๐šŒ๐šŠ๐š›๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š• ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š•๐šŠ๐š–๐š’ ๐š™๐šŽ๐š›๐š’๐šœ๐š๐š’๐š ๐šŠ ๐š™๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š—๐š ๐šœ๐šŽ๐š‹๐šŽ๐š•๐šž๐š– ๐š๐šŽ๐š›๐š“๐šŠ๐š๐š’."

(Charles A Garfield)


Visualisasi sukses adalah cara yang paling efektif untuk mencapai kenyataan sukses. Visualisasi sukses adalah membayangkan dalam benak dan menggambarkan dalam pikiran tentang apa yang ingin diwujudkan. Inilah yang nantinya akan mengarahkan segala usaha untuk menjadi sebuah kenyataan yang sesungguhnya. Apa yang kita visualisasikan akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada diri kita untuk mewujudkannya. Mungkin kita tidak sadar bahwa pada saat kita sedang memvisualisasikan sesuatu, maka sesungguhnya kita sedang membangun sebuah pencitraan tersendiri di dalam otak kita.


Rebecca Owen adalah seorang juara balet olimpiade dari Inggris. Dia mulai berlatih senam sejak berusia tujuh tahun. Dia sangat berambisi memenangkan medali Olimpiade. Tetapi untuk terpilih dalam tim Olimpiade, Rebecca harus mempelajari suatu gerakan baru yang sangat sulit yang disebut "Ginga Salto", yaitu terbang lepas dari bar (palang) atas kemudian melakukan jungkir balik dengan separuh putaran sebelum menangkap bar kembali.


Dengan dibantu sang pelatih, Colin, Rebecca mempelajari gerakan "Ginga Salto". Pelatihnya mengangkat tubuh Rebecca kemudian secara fisik membentuk gerakan "Ginga Salto" sehingga otak mulai mengenal gerakan tersebut. Rebecca mengatakan, pada waktu pertama kali mencoba melakukan gerakan "Ginga Salto"dia harus berkonsentrasi penuh.  Tapi rupanya gerakan itu tidak semudah yang dia bayangkan. Berkali-kali dia melakukannya, tetapi tetap gagal. Lantas, Rebecca mulai menggunakan cara yang berbeda, berupa pendekatan yang lebih radikal, yaitu menggunakan pendekatan visualisasi. Di mana Rebecca tidak lagi melakukan latihan fisik tetapi dia membayangkan secara mental dengan rinciannya dari setiap gerakan "Ginga Salto" secara berulang-ulang, seolah-olah dia telah berhasil menguasai gerakan tersebut.

Ternyata para ilmuwan menemukan, ada wilayah di otak yang menjadi aktif ketika membayangkan gerakan tubuh. Ketika Rebecca mengulang gerakan tersebut berkali-kali dalam pikirannya, bahwa seolah-olah dia telah berhasil melakukan dan menguasai gerakan "Ginga Salto" tersebut, akibatnya terciptalah suatu rangkaian jalan di sel-sel otaknya berupa jaringan saraf gerakan "Ginga Salto".

Ketika Rebecca melakukan gerakan "Ginga Salto" yang sesungguhnya, akhirnya dia berhasil melakukan gerakan tersebut. Semakin sering dia melakukan gerakan tersebut, jaringan sarafnya semakin bertambah tebal, sehingga gerakannya menjadi semakin terotomatisasi karena telah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya, sehingga dia tidak perlu lagi bersusah payah memikirkan gerakan tersebut.[]


"๐‘ฝ๐’Š๐’”๐’–๐’‚๐’๐’Š๐’”๐’‚๐’”๐’Š ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐’Ž๐’†๐’๐’ˆ๐’‚๐’“๐’‚๐’‰๐’Œ๐’‚๐’ ๐’…๐’Š๐’“๐’Š ๐’Œ๐’Š๐’•๐’‚ ๐’”๐’†๐’„๐’‚๐’“๐’‚ ๐’‚๐’๐’‚๐’Ž๐’Š๐’‚๐’‰ ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’Ž๐’†๐’“๐’†๐’‚๐’๐’Š๐’”๐’‚๐’”๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’‚๐’‘๐’‚ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’Œ๐’Š๐’•๐’‚ ๐’Š๐’Ž๐’‘๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’•๐’†๐’“๐’”๐’†๐’ƒ๐’–๐’•. ๐‘ฒ๐’‚๐’“๐’†๐’๐’‚ ๐’Œ๐’Š๐’•๐’‚ ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐’Ž๐’†๐’๐’‹๐’‚๐’…๐’Š ๐’”๐’†๐’ƒ๐’‚๐’ˆ๐’‚๐’Š๐’Ž๐’‚๐’๐’‚ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’Œ๐’Š๐’•๐’‚ ๐’‘๐’Š๐’Œ๐’Š๐’“๐’Œ๐’‚๐’ (๐’š๐’๐’– ๐’‚๐’“๐’† ๐’˜๐’‰๐’‚๐’• ๐’š๐’๐’– ๐’•๐’‰๐’Š๐’๐’Œ)"


Dari buku

"BELAJAR DENGAN HATI NURANI"

Keterangan foto: Rebecca Owen dalam sebuah aksi



ANTARA IQ, EQ, DAN SQ

 

"๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ. ๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ธ๐˜ช."

(Pierre Teilhard de Chardin)


Spiritual Quotient Intelligence (SQ) adalah kecerdasan spiritual atau kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya dan mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan.


"Siapakah manusia paling jempolan? Caesar, Alexander, Tamerlane, atau Cromwell?" tanya Michael H. Hart menjelang penulisan buku "Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah"

Hart juga menuliskan diskusi yang dilakukan Voltaire dengan para cendekiawan yang menyimpulkan bahwa Sir Isaac Newton adalah tokoh yang "Membimbing kita punya pikiran dengan kekuatan kebenaran, bukan membelenggunya dengan kekerasan. Oleh karena itu, sepatutnya kita menaruh hormat dan salam takzim dan berhutang budi tak terperikan."

Namun posisi Sir Isaac Newton sebagai manusia terjempol di jagat raya menurut Voltaire itu memancing pertanyaan-pertanyaan susulan: dari sekian miliar manusia yang pernah lahir, siapa di antara mereka yang memiliki pengaruh terhadap jalannya sejarah?"


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Hart menyusun seratus anak manusia yang menentukan arah jalannya sejarah. Dalam buku Seratus Tokoh itu, Hart berkata, "Perlu saya tegaskan, mereka itu bukanlah manusia-manusia dalam artian "terbesar", melainkan dalam arti paling berpengaruh dalam sejarah. Misalnya, saya cantumkan Stalin dalam daftar karena pengaruhnya dalam sejarah, tidak peduli dia itu bengis dan jahanam. Di lain pihak, orang suci dan keramat seperti Bunda Carini, tidak!"

Dari puluhan miliar manusia di atas permukaan bumi, tidak lebih dari satu juta yang masuk ke dalam buku biografi. Dari jumlah itu, kurang lebih 20.000 orang yang masuk ke dalam buku kamus biografi. Dari jumlah itu, hanya 0,5 % yang dicantumkan Hart dalam bukunya. Untuk enam tokoh urutan teratas adalah: Nabi Muhammad saw, Isaac Newton, Nabi Isa as, Buddha, Kong Hu Chu, dan St. Paul. Dari enam tokoh itu, ternyata lima orang adalah tokoh agama atau pemimpin spirtual. Ini sebuah bukti, bahwa kunci kesuksesan dan yang menentukan arah peradaban manusia adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan spiritual atau SQ yang tinggi.

Jika IQ (Intelligence Quotient) dapat dikatakan sebagai โ€œApa yang aku pikirkanโ€, EQ (Emosional Quotient) dikatakan sebagai โ€œApa yang aku rasakanโ€, maka SQ dikatakan sebagai โ€œApa itu Akuโ€ yang memiliki maksud bahwa menyadari eksistensi dari diri mereka sendiri.[]


Sumber

1.Buku "Qur'anic Quotient

2.https://campus.quipper.com/kampuspedia/spiritual-quotient-intelligence-sq

3.https://kampuspsikologi.com/apa-itu-kecerdasan-spiritual/?amp

Selasa, 05 September 2023

TIGA PERTANYAAN

"๐‘ถ๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐’“๐’‚๐’•๐’‚-๐’“๐’‚๐’•๐’‚ ๐’•๐’Š๐’…๐’‚๐’Œ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’‘๐’†๐’…๐’–๐’๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’˜๐’‚๐’Œ๐’•๐’– ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’‚๐’…๐’‚, ๐’”๐’†๐’Ž๐’†๐’๐’•๐’‚๐’“๐’‚ ๐’๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’ƒ๐’Š๐’‹๐’‚๐’Œ ๐’Ž๐’†๐’๐’ˆ๐’ˆ๐’–๐’๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐’˜๐’‚๐’Œ๐’•๐’– ๐’…๐’†๐’๐’ˆ๐’‚๐’ ๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’Œ." 

(Shoppenhauer)


1. Kapan waktu yang paling baik?

2. Siapakah orang yang paling tepat?

3. Hal apakah yang paling tepat dilakukan?

Demikianlah tiga buah pertanyaan yang diperoleh seorang raja agar tidak gagal dalam memerintah.

Untuk itu, Sang Raja akan memberi limpahan hadiah kepada siapa pun di kerajaannya yang dapat mengajarkan kepadanya jawaban ketiga pertanyaan itu. 

Banyak orang terpelajar datang menemui raja, tetapi karena mereka semua menjawab secara berbeda-beda, sehingga dia tidak bisa menentukan mana yang paling tepat.

Raja akhirnya memutuskan untuk mencari jawaban kepada seorang pertapa yang kebijaksanaannya terkenal secara luas.

Kesederhanaan Pertapa itu membuat raja mengganti pakaiannya seperti orang awam, meninggalkan pengawalnya, turun dari kudanya, dan pergi menemui pertapa itu sendirian. Saat bertemu, raja yang menyamar menanyakan tiga pertanyaan itu, tetapi orang tua itu tidak menjawab. Dengan badan yang ringkih pertapa itu menggali beberapa lubang untuk menanam bunga. Melihat itu, raja mengambil alih pekerjaannya. Ketika ia mencoba bertanya lagi, pertapa itu melihat seorang pria berjanggut keluar dari hutan, tangannya memegangi perutnya yang berdarah karena luka.

Pria berjanggut itu lalu mereka bawa masuk ke rumah dan diobati. Keesokan paginya, pria itu meminta raja untuk mengampuni dia, meskipun sang penguasa yakin ia tidak pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya.

Orang yang terluka ini berkata:

"Anda tidak mengenal saya, tetapi saya mengenali Anda. Saya adalah musuh Anda yang bersumpah untuk membalas dendam pada Anda, karena Anda menghukum mati saudara saya dan merebut hartanya. Saya tahu Anda pergi sendirian untuk menemui pertapa itu, dan saya memutuskan untuk membunuh Anda saat Anda pulang. Namun hari berlalu dan Anda tidak kembali. Jadi saya keluar dari tempat persembunyian saya untuk mencari Anda. Pengawal Anda yang mengenali saya berusaha melukai saya. Saya melarikan diri dari mereka, tetapi saya pasti mati kehabisan darah jika Anda tidak mengobati luka saya. Saya berharap dapat membunuh Anda, akan tetapi Anda telah menyelamatkan hidup saya. Sekarang, karena saya hidup, dan jika Anda bersedia, saya akan akan melayani Anda sebagai budak yang paling setia, dan saya akan menyuruh anak saya untuk melakukan hal yang sama. Maafkan saya!"

Tidak hanya memaafkan, tetapi Raja juga mengirimkan tabib terbaiknya untuk mengobati lelaki itu, dan berjanji untuk mengembalikan hartanya yang telah disita.

Pada saat itu, raja pergi ke luar dan melihat pertapa menempatkan benih di lubang yang telah digali sebelumnya. Kembali dia mengajukan tiga pertanyaannya sekali lagi dan terkejut ketika orang tua itu menjawab bahwa pertanyaannya sudah terjawab:

"Terjawab bagaimana? Apa maksudmu?" tanya sang raja.

"Apakah Anda tidak tahu," jawab sang pertapa. "Jika Anda tidak kasihan melihat kelemahan saya kemarin, dan pulang, orang itu akan menyerang Anda, dan Anda akan menyesal tidak tinggal bersamaku. Jadi, waktu yang paling penting adalah ketika Anda membantu saya menggali lubang; dan saya adalah orang yang paling penting karena perlu dibantu; dan berbuat baik pada saya adalah hal yang paling penting. Kemudian ketika orang itu berlari meminta tolong, waktu yang paling penting adalah ketika Anda menolongnya, karena jika Anda tidak mengobati luka-lukanya, ia akan mati tanpa berdamai dengan Anda. Jadi, dia adalah orang yang paling penting, dan apa yang Anda lakukan untuknya adalah hal yang paling penting. Karenanya ingatlah: hanya ada satu waktu yang terpenting, yaitu: sekarang! Mengapa, karena sekarang adalah satu-satunya waktu saat kita memiliki kekuatan. Orang yang paling penting adalah orang yang bersama dengan Anda, karena setiap orang tidak tahu apakah ia akan berhubungan dengan orang lain lagi; dan hal yang paling penting adalah berbuat baik kepada orang itu karena untuk tujuan itulah seseorang dikirim ke dalam kehidupan ini!"[]


"๐Š๐š๐ฆ๐ฎ ๐›๐ž๐ง๐š๐ซ-๐›๐ž๐ง๐š๐ซ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ญ๐š๐ก๐ฎ ๐š๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ก๐š๐๐š๐ฉ๐ข ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ค๐ž๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ๐š๐ง ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข ๐ฆ๐ž๐ซ๐ž๐ค๐š. ๐‰๐š๐๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ฌ๐ข๐ค๐š๐ฉ๐ฅ๐š๐ก ๐›๐š๐ข๐ค, ๐ฌ๐ž๐ฌ๐ž๐๐ž๐ซ๐ก๐š๐ง๐š ๐ข๐ญ๐ฎ."

(Cerita Pendek Leo Tolstoy)


Dari buku

"I CAN DO IT" Cara Mengubah Kebiasaan Berpikir yang Merusak

PUASA DAN DETOKSIFIKASI

"๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ...